Bukan, ini bukan endorse makanan salah satu tempat makan yah. Foto makanan di atas murni masakan saya. Ya, setelah sekian lama hanya menjadi penonton di dapur ketika mama mengolah masakan. Saya yang biasanya hanya bertugas menyiapkan semua bumbu dapur, mulai dari ngehalusin bumbu (baca: ngulek), ngiris bawang dan kawan-kawannya. Liburan kuliah ini ditantang oleh mama untuk terjun langsung mengolah semua masakan untuk usaha kami.
Liburan kuliah kali ini saya memang sudah berjanji pada diri saya untuk fokus belajar masak masakan minang dan belajar berdagang dari mama. Sudah hampir memasuki usia 20 tahun dan rasanya memang sudah seharusnya saya menggantikan mama melanjutkan usahanya.
Bukan berarti selama ini saya tidak pernah masak, saya senang memasak tapi masakan yang saya sering buat kebanyakan masakan jawa atau sunda dan bukan dalam jumlah yang besar. Dan pengalaman memasak dalam sekala besar serta memasak makanan khas kampuang halaman membuat saya senyum-senyum sendiri setelahnya.
Tapi, dari semua sensasi yang saya rasakan, ada satu rasa yang membuat hati saya pilu. Melihat mama yang tidak pernah mengeluh dan selalu ikhlas dalam memasak membuat dada saya sesak. Jadi, selama ini kemana saja saya. Terlalu sibuk dengan urusan yang lain dan mengabaikannya.
Bukankah dengan saya membantu mama memasak, saya dapat meringankan bebannya. Bukankah dengan membantunya wujud bakti itu dapat terlaksanakan.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [ Q.S. Luqman: 14]
Untukmu sahabat, terutama kamu yang terlahir sebagai anak perempuan pertama atau mungkin anak perempuan satu-satunya di Keluarga. Sudahkah kamu membantu ibu hari ini?
Sebelum terlambat seperti saya, yuk maanfatkan waktu liburanmu sebaik mungkin. Letakkan dulu gadget mu, matikan dulu semua notifikasi smartphonemu, bangkit dari kasurmu, dan berjalanlah ke dapur atau ruang tengah, hampirilah ibumu dan bilang “bu sini ku bantu”. Mudah bukan?
Selamat liburan semua, jangan lupa untuk selalu Produktif.