Aktivitas dan Tempat Wisata Turki Menakjubkan
Istanbul adalah kota yang luar biasa untuk dikunjungi ketika Anda berlibur ke Eropa. Sebuah perpaduan eksotis antara Timur dan Barat. Penerbangan ke Istanbul memakan waktu kurang lebih 12 jam dari Indonesia dan kurang dari 4 jam sudah sampai Inggris.
Aktivitas yang wajib dilakukan ketika berwisata ke Istanbul, Turki
Jika Anda pertama kali berkunjung ke Istanbul, maka ada beberapa tempat yang tidak boleh dilewatkan seperti pemandangan dari kapal ferry ke Bosphorus, Hagia Sophia, Grand Bazaar, dan kegiatan Hammam.
Bosphorus, Turki
Banyak operator kapal ferry di Bosphorus dan yang paling popular untuk perjalanan sehari adalah yang berangkat dari Eminönü setiap harinya pukul 10.35 pagi di bulan Juni hingga September. Anda akan dikenakan harga sebesar Rp 78.000 untuk perjalanan pulang pergi (tibalah setidaknya setengah jam lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk). Pemberhentian terakhir adalah di Anadolu Kavağı, yang bisa dicapai dalam waktu kurang dari dua jam. Tapi Ortakoy bisa menjadi pilihan lain untuk berhenti dan menikmati makanan atau minuman, atau Anda pun bisa memesanjus jeruk yang segar dan membawanya ke dalam perjalanan Anda di kapal.
Hagia Sophia, Turki
Hagia Sophia yang dulunya pernah menjadi katedral, basilika, dan juga masjid, memiliki arsitektur yang merupakan gabungan dari ketiganya. Naiklah ke bagian atas dan Anda bisa melihat perpaduan mosaik berbentuk daun berwarna emas yang elegan, pemandangan dari balkon ruang tengah yang luas, dan patung para malaikat utama. Pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 156.000 ke sini. Datanglah ke Hagia Sophia saat baru dibuka, yaitu pada pukul 9 pagi.
Grand Bazaar, Turki
Grand Bazaar adalah sebuah perwujudan dunia Aladdin, di mana ada karpet-karpet berwarna cerah, rempah-rempah aromatik, perhiasan yang gemerlap, dan tentunya para penjual yang sangat persuasif. Anda akan ditawarkan makanan khas Turki (lokum)yang memang terasa paling enak di negerinya sendiri. Ada juga kacang-kacangan, teh, dan nougat yang diberikan secara cuma-cuma untuk dicoba, sebagai teman minum teh sore hari. Salah satu toko terbaik untuk membeli suvenir yang bermutu tinggi adalah Abdulla, yang terkenal akan sabun Turkinya, dan kadang dibungkus dalam topi fez. Ada juga handuk dan kain linen yang berkualitas baik di sana. Pergilah ke Sofa untuk mencari barang-barang antik dan perhiasan, serta Erdun Collection untuk koleksi lentera.
Hamam, Turki
Ini adalah mandi khas Turki – kebanyakkan dipisah berdasarkan gender, tapi ada juga beberapa yang memiliki sesi gabungan. Akan tetapi, jika Anda memilih salah satu di antara dua jenis hammam ini, maka kemungkinan besar Anda tidak bisa membuat sejarah baru dari sini – lebih baik Anda pergi ke bagian yang relevan, lalu bertemu setelahnya sehingga Anda bisa membandingkan pengalaman hammam Anda dan teman Anda. Cobalah Hammam Cagaloglu, salah satu yang tertua di kota ini.
Tempat Wisata Menakjubkan di Turki
1. Cappadocia (Kapadokya), Turki
Daerah ini memiliki struktur dataran yang menakjubkan, seperti berada di planet lain! Bangunannya pun tak kalah unik karena terukir dalam pegunungan batuan maupun digali menjadi kota-kota bawah tanah yang bertingkat-tingkat.
Cappadocia merupakan salah satu tempat wisata popular di Turki. Banyak tempat-tempat yang bisa dikunjungi yang kebanyakan merupakan tempat-tempat bersejarah dan yang tak kalah pentingnya pemandangannya begitu sangat indah. Bukit-bukit bebatuan yang sangat bercirikas, pegunungan yang indah dan alam yang terbentang luas. Setiap turis yang melakukan perjalanan ke Turki hampir dipastikan akan singgah di Kapadokya ini. Kapadokya adalah wilayah historis di Central Anatolia, di Provinsi Nevsehir.
Di wilayah ini terdapat banyak agen-agen jasa yang menawarkan naik balon udara untuk melihat wilayah Kapadokya dari atas langit. Namun acara ini biasanya merupakan layanan tambahan bagi para turis yang mengikuti perjalan dengan tur travel. Harga berkisar $100-$200 per orang untuk naik balon udara selama kurang lebih 1 hingga 2 jam mengudara. Tapi tidak setiap saat acara naik balon ini dapat dilakukan karena bergantung dari cuaca dan kencang angin yang terjadi pada hari itu. Dan acara naik balon ini tidak akan mengganggu jadwal tur perjalanan kamu bersama tur travel, karena acara naik balon ini dilakukan berangkat subuh dan selesai jam 9 pagi.
Bila kita ikut dalam acara mengudara dengan balon, maka sudah pasti kita harus siap bangun pagi, sekitar pukul 6 pagi para peserta akan dijemput ke hotel masing-masing untuk diajak makan pagi bersama. Makanan pagi yang mereka sediakan berupa roti, soup, telor, susu dan makanan snak. Diberi waktu sekitar 30 menit untuk melakukan sarapan pagi tersebut. Setelah sarapan selesai peserta dapat masuk kedalam kendaraan yang telah disediakan untuk siap berangkat ke area tempat balon-balon udara diterbangkan.
Lokasi dari rumah makan tempat sarapan ke lokasi balon udara sekitar perjalanan 15 menit. Tentunya balon-balon udara tersebut membutuhkan lahan yang lapang untuk dapat mengudara dengan aman. Tak lama pun akhirnya peserta sampai ke lokasi, disini banyak sekali balon-balon udara yang siap terbang, mungkin sekitar 30 buah balon udara. Ternyata berbagai peserta dari rombongan tur travel lain yang sedang singgah di Kapadokya pada turut ikut acara naik balon udara tersebut. Peserta dikumpulkan per group, satu group terdiri dari maksimal 15 orang, kapasitas keranjang balon udara hanya dapat menampung sekitar 15 orang berikut 2 orang pilotnya. Peserta yang sudah menemukan balon udaranya untuk bersiap-siap menaikinya. Balon udara masih dalam keadaan kuncup, sembari balon masih akan dikembangkan, para peserta diberi arahan-arahan oleh pilot-pilot tersebut, bagaimana cara naik/turun, bagaimana posisi disaat balon udara mendarat nantinya. Dan tak lama kemudian balon udara siap mengudara, para peserta disilakan untuk menaikinya.
Balon udara perlahan naik keatas, begitu juga dengan balon-balon udara group lainnya, kita bisa menyaksikan banyak sekali balon udara pada berterbangan mengudara. Suatu pemandangan yang sangat indah untuk dilihat, berbagai hiasan balon udara dengan corak warna-warni yang berbeda-beda satu sama lainnya. Hembusan gas dan api juga menghiasi setiap balon udara. Dan balon-balon udara semakin lama semakin tinggi, walau sangat tinggi mengudara para peserta tidak akan merasa takut atau kawatir, sebab mengudara dengan balon udara cukup nyaman terlebih disertai dengan pilot yang handal mengendarainya. Asal saja tidak angin tidak terlalu kencang, pergerakan balon udara sangat bergantung dengan deru terpa kencangnya angin. Ketinggian yang dicapai balon udara dapat melewat gunung tertinggi disitu, jadi kita dapat melihat pemandangan Kapadokya dari atas langit yang begitu sangat tinggi. Pemadangan yang dapat kita lihat adalah bukit-bukit bebatuan yang unik untuk dilihat karena bentuknya memanjang-memanjang, dan juga kita bisa melihat pegunungan dengan hiasan penerangan sinar matahari pagi. Ini benar-benar suatu keindahan yang dapat kita lihat dan jarang-jarang kita bisa temukan.
Pada musim dingin, yang perlu dipehatikan adalah hawa dingin yang menyelimuti kaki. Untuk badan kita tidak begitu terasa dingin, hanya saya telapak kaki yang begitu sangat dingin dirasakan (walau telah menggunakan kaos kaki dan sepatu). Pada saat kita berada di atas, juga tidak terdapat banyak angin, kita dapat leluasa melihat pemandangan dari berbagai arah. Nyaman juga untuk melakukan pengambilan gambar foto maupun video. Keranjang balon udara berukuran cukup tinggi membuat kita juga tidak merasakan kawatir akan terjatuh. Bahkan kita juga dapat melakukan jongkok atau duduk bersandar didalam keranjang balon udara.
Setelah kurang lebih mengudara selama 1 jam, makan balon-balon udara semuanya mulai melakukan turun dan mengambil posisi yang aman untuk mendarat. Lahan yang bagus untuk mendarat adalah dataran yang merata, disana juga sudah ditunggu oleh tim yang lain agar pendaratan dapat mendarat dengan baik dan selamat. Setelah mendarat sebelum pulang kita sedikit merayakan kesuksesan mengudara dengan balon air, disediakan minuman anggur dan juga kue untuk kita santap secara bersama-sama. Setelah itu para peserta diberi semacam sertifikat yang menandakan kita pernah mengudara dengan balon air. Kemudian setelah foto-foto bersama, pulang ke hotel.
2. Pamukkale, Turki
Terkenal karena kolam air panas alami yang sangat cantik.
Bila kita berwisata ke Turki, tentunya Pamukkale Hierapolis merupakan salah satu dari daftar tempat yang akan dikunjungi. Dalam bahasa Turki, Pamukkale yang artinya “benteng kapas” adalah sebuah kota yang berisi air panas dan travertine putih, yang berada di Provinsi Denizli. Sebuah pemandangan efek yang luar biasa dibuat ketika air dari sumber air panas kehilangan karbon dioksida dan mengalir menuruni lereng, meninggalkan endapan batu gamping. membentuk lapisan kalsium karbonat putih.
Sayangnya, pengunjung tidak lagi diizinkan untuk berjalan di atas demi untuk melindungi dari kerusakan. Mata air panas di Hierapolis (yang masih menarik pengunjung hari ini) diyakini memiliki sifat penyembuhan, dan kebanyakan orang datang ke tempat ini untuk sekedar merendam kaki atau mandi di air yang dianggap kaya akan penyembuhkan berbagai penyakit. Pada saat kita berkunjung kesini diwaktu musim dingin tentu saja kawah-kawah air tersebut sebagian manjadi beku. Namun air yang kita rasakan masih tetap hangat panas, sehingga kawasan disini seperti terlihat banyak diselimuti kabut putih.
Menurut sejarah, dulunya dikatakan didirikan oleh Eumenes II, raja Pergamus (197-159 SM), Hierapolis mungkin sebenarnya telah dibentuk lebih dekat ke abad ke-4 SM oleh raja-raja Seleukus. Nama kota itu mungkin berasal dari Hiera, istri Telephus (anak dari Hercules dan cucu Zeus), pendiri mitos Pergamus.
Hierapolis telah diserahkan ke Roma pada 133 SM bersama dengan sisa kerajaan Pergamene, dan menjadi bagian dari provinsi Romawi di Asia. Kota ini dihancurkan oleh gempa bumi di 60 AD, tetapi dibangun kembali, dan mencapai puncaknya pada abad ke-2 dan ke-3. Banyak sekali peninggalan-peninggalah sejarah disini berupa candi-candi, gereja-gereja dan ada Teater Hierapolis yang terawat baik, kita bisa melihatnya terutama bangunan panggung, yang indah dihiasi dengan relief. Dibangun sekitar 200 SM, teater bisa menampung 20.000 penonton.
3. Nemrut, Turki
Pegunungan ini menawarkan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan bersama patung-patung besar. Gunung Nemrut merupakan salah satu destinasi wisata yang paling menarik di Turki. Pada puncak gunung yang berada di ketinggian 2.206 mdpl, terdapat puing reruntuhan Kerajaan Commagene. Kerajaan Commagene adalah sebuah kerajaan kuno dari Zaman Helenistik.
Penasaran melihat situs kuno yang menakjubkan ini? Wisatawan bisa menempuh perjalanan sekitar 40 km ke sebelah utara Kahta, Provinsi Adiyaman. Gunung Nemrut merupakan bagian dari deretan Pegunungan Taurus di lembah Sungai Firat (Euphrates) dan padang rumput di lingkup perbatasan Desa Karadut dengan Kahta.
Puncak Nemrut merupakan tempat reruntuhan Kerajaan Commagene yang dibangun pada abad 1 SM. Reruntuhan tersebut berupa makam Raja Antiochus I, wilayah suci yang dihiasi dengan patung-patung, relief, dan prasasti beberapa raja Kerajaan Commagene dan dewa.
Struktur peninggalan kerajaan kuno yang bisa wisatawan lihat di sini terbuat dari lempengan batu besar yang membentuk seperti piramida. Situs ini memiliki dua bagian, yaitu timur dan barat. Pada kedua bagian ini terhampar situs-situs dari batuan berbentuk singa, elang, lima patung raksasa berupa dewa, patung laki-laki, dan patung perempuan. Bahkan patung-patung ini sudah masuk dalam Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Di bagian timur, traveler bisa melihat makam King Antiochus I Theos yang menjadi salah satu raja Commagene. Makam ini dikelilingi oleh patung-patung besar, seperti dua singa dan dua elang. Selain itu juga ada patung dewa-dewa, yaitu Hercules-Vahagn, Zeus-Aramazd atau Oromasdes, Tyche, dan Apollo-Mithras. Uniknya, sebagian besar patung-patung ini hanya berbentuk kepalanya saja.
Pada bagian ini juga, wisatawan akan melihat sebuah jalan berbentuk lorong yang masih terpelihara dengan baik. Jalan ini tersusun dari lapisan bebatuan yang menghubungkan teras timur dan barat. Saat berada di teras bagian barat, terdapat lempengan besar dan patung singa yang menunjukkan susunan bintang dan planet Jupiter, Merkurius dan Mars pada 62 SM. Patung ini diperkirakan menjadi pertanda pembangunan monumen ini dimulai.
Penasaran dan ingin berkunjung ke puncak Gunung Nemrut? Sangat dianjurkan, wisatawan datang antara tanggal 15 Mei dan 15 Oktober karena ini merupakan waktu terbaik untuk melakukan perjalanan di Gunung Nemrut. Untuk menuju destinasi tersebut, wisatawan bisa menyewa kendaraan dari Adiyaman atau Kahta.
Salah satu kegiatan favorit wisatawan saat berada di puncak GUnung Nemrut adalah menonton matahari terbit dan terbenam. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencari spot asyik dan menyiapkan kamera untuk mendapatkan panorama terbaik. Selain reruntuhan Kerajaan Commagene, puncak Nemrut juga terkenal dengan pemandangannya yang mampu membuat traveler berdecak kagum.
Bagian timur terpelihara dengan baik, yang tersusun dari beberapa lapisan batuan, dan sekaligus sebuah jalan mengikuti kaki gunung merupakan bukti lintasan berdinding yang menghubungkan teras timur dan barat. Penggunaan yang mungkin untuk situs ini dianggap menyertakan upacara keagamaan, karena sifat astronomi dan keagamaan dari monumen.
4. Ephesus, Turki
Kota zaman Yunani kuno yang megah.
Bagi penggemar film seperti Gladiator, datanglah ke Ephesus di Turki. Anda dapat melihat sisa bangunan kejayaan Romawi kuno, mulai dari Celsus Library sampai Grand Theatre. Klasik dan luar biasa!
Ephesus pada awalnya adalah kota Yunani kuno, namun kemudian direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi. Sejarahnya kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun kemudian dibangun kembali dan menjadi salah satu "must visit place" jika sedang berkunjung ke Turki. Adalah Kota Selcuk di Provinsi Izmir yang beruntung memiliki situs reruntuhan kota kuno ini.
Provinsi Izmir terletak di Turki sisi Asia dan dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam via udara atau 9-10 jam perjalanan lewat jalur darat dari Istanbul, kota paling penting yang menjadi salah satu pintu masuk utama negara Turki. Namun tak perlu khawatir bagi yang menempuh jalur darat, karena suguhan pemandangannya luar biasa. Barisan pegunungan hijau nan cantik diselingi padang savana dan domba-domba yang merumput, sungguh sebuah keindahan yang sepadan. Apalagi dengan kondisi jalan yang super mulus, hanya lurus dan tanpa noda berlubang, sebuah perjalanan yang sempurna.
Epheses atau Efes dalam bahasa Turkiye sebetulnya hanya merupakan reruntuhan sisa-sisa dari sebuah kota kuno, namun keindahan itu masih jelas tergambar. Saya membayangkan bagaimana kemegahan kota ini pada masa kejayaan bangsa Romawi, bagaimana masyarakatnya dan apa saja fungsi dari setiap bangunan yang berada di kompleks ini. Sungguh sejarah panjang dari sebuah peradaban.
Celsus Library dan Grand Theatre adalah salah dua dari sisa bangunan yang sangat ingin saya lihat di Ephesus ini dan kebetulan jaraknya berdekatan.
Celsus Library dahulu kala adalah sebuah perpustakaan dan konon merupakan perpustakaan terbesar ketiga pada masanya. Bangunan ini memang sudah tidak utuh, namun bentuk depan dengan pilar-pilarnya masih berdiri kokoh dengan megah. Ornamen patung dewa dewi menghiasi beberapa dinding bagian luar, sementara bagian dalamnya yang merupakan tempat menyimpan koleksi buku-buku hanya tersisa ruang kosong. Perpustakaan ini didedikasikan kepada seorang senator Romawi pada masanya yaitu, Tiberius Julius Celsus Polemaeanus.
Entah bagaimana gegap gempitanya suasana di Grand Theatre pada masa kerajaan Romawi dulu, karena saat ini saja kemegahannya masih begitu kentara. Terletak di punggung sebuah bukit, teater ini berbentuk setengah lingkaran dengan undakan-undakan tempat duduk layaknya stadion dan di bagian tengahnya terdapat sebuah tempat panggung pementasan. Teater ini selain sebagai tempat pertunjukan seni dan pementasan drama juga merupakan balai pertemuan serta adu gladiator dengan binatang khas dinasti Romawi.
Di dalam kompleks Ephesus ini selain kedua tempat di atas, terdapat juga Temple of Hadrian, Bath of Varius (saat ke sini sedang dalam renovasi), State Agora, Temple of Domitian, Memmius Monument, Hercules Gate, Temple of Artemis, dan masih banyak lagi. Selain itu di atas sebuah bukit terdapat House of Virgin Mary yang di percaya sebagai tempat Bunda Maria menghabiskan hari-hari terakhirnya.
Berkunjung ke Ephesus ada baiknya menyewa seorang tour guide yang menawarkan jasanya, banyak terdapat di pintu masuk. Karena selain mendapatkan gambaran utuh tentang sebuah sejarah yang pernah terjadi di sini, juga informasi yang di dapat akurat.
Untuk lebih jelasnya, anda dapat bertanya kepada team wisata kami sebelum membeli paket tour turki kami yang favorit.
Informasi Wisata Lainnya : Wisata Korea Selatan