Lima Belas Yang Kedua Puluh Tujuh Kali
Di tahun ini aku belajar menjadi 'rentan' di tempat yang aku sebut rumah. Setelah selama ini aku merasa selalu tegang dan bersiap-siap menghadapi serangan, untuk pertama kalinya aku membuka diri memperlihatkan dengan jelas luka serta kesakitan yang selama ini disimpan rapat. Terbungkus rapi kamuflase wajah ceria dan sikap bodo amat yang selalu aku tampilkan.
Mudah? Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin menunjukan sisi lemah di tempat yang menurutmu paling mengancam menjadi sesuatu yang paling mudah diperbuat? Ah, kadang aku lebih suka jadi anak kecil. Mereka jujur terhadap diri sendiri, tidak pernah berbohong dan bersikap semua baik-baik saja.
Untuk pertama kalinya, aku ingin tidak menjadi kuat. Aku ingin berhenti berpura-pura semuanya baik-baik saja. Aku ingin dipeluk. Aku ingin bisa menangis tanpa harus peduli pandangan orang sekitar. Aku ingin bisa mengutarakan segala kekecewaan, frustasi dan emosi negatif ini tanpa terbata. Aku ingin menjadi 'rentan'.
---
Setelah segala topeng itu terbuka, aku berharap 'kerentanan' ini menjadi sebuah awal baru. Menjadikan 'Aku' yang utuh meskipun harus terlihat rapuh.
Bandung, 15 April 2023
22.11
sn
Terima kasih untuk doa dan ucapan yang baik hari ini! Semoga doa baiknya berbalik juga untuk kalian!













