Berbelanja di Aalborg, Denmark
Membeli kebutuhan sehari-hari adalah hal yang paling utama untuk bertahan hidup, seperti makanan pokok, cemilan, sabun untuk mandi, untuk bersih-bersih rumah dan lain-lain.
Alhamdulillah, berbelanja di Aalborg Denmark tidak terlalu sulit walau kita perlu teliti ketika membeli daging atau makanan yang bisa mengandung bahan-bahan non halal. Tidak jauh dari apartemen tempat kami tinggal, ada 3 toko yaitu Netto, Coop365, dan 7 eleven.
Di 7 eleven kami bisa membeli kartu perdana, pembayarannya cashless. Kemudian suami pergi ke Netto untuk membeli daging dan pisang karena kami belum makan sejak siang, tapi ternyata kartu debit yang biasa suami gunakan ternyata tidak dapat terdeteksi di mesin EDC. Kami juga tidak menukar uang cash di bandara saat itu.
Suami kebingungan, akhirnya ada seseorang yang bertanya, "apakah kamu tidak punya uang?" lalu suami menjawab, "bukan, aku tidak dapat menggunakan kartu visa debitku." Akhirnya mas mas ini membayarkan makanan yang kami beli, huhuhu terima kasih orang baik. :)
Keesokan harinya kami pergi berbelanja lagi, kali ini ke Coop365 karena di Netto khawatir tidak bisa lagi membayar karena tidak terdeteksi. Saat di Coop kami mencoba membeli satu barang dan bertanya ke kasir "apakah bisa membeli dengan kartu visa debit ini?" kemudian dia menjawab "Aneh sih kalau ga bisa, coba di cek saja dulu." dan alhamdulillah... bisa.
Akhirnya kami berbelanja bahan pokok seperti beras (~14kr), ayam (~30kr), sayur mayur, susu (~10kr) dan buah-buahan (~20kr). Beberapa buah-buahan tropis seperti pisang, mangga dan semangka memang agak mahal, seperti pisang yang harga nya 2.5kr untuk 1 buah, dan mangga dengan harga 13kr per buah.
Selain toko-toko itu, ada juga Fotex, Superbrugsen, Bilka dan Meny. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri sebagai supermarket yang menyediakan berbagai macam kebutuhan rumah tangga.
Apa ada toko halal dan toko khas Asia/Indonesia?
Di Aalborg, ada satu toko halal yang bisa ditemui yaitu Toko QB. Toko ini menyediakan berbagai makanan halal seperti sosis, daging kebab, sayur mayur, snack halal dan beras. Kebanyakan mereka import dari Turki atau daerah timur tengah lain. Harga disini cukup mahal, mungkin karena import sehingga ada biaya transport yang cukup tinggi.
Bahan makanan Asia/Indonesia seperti Indomie, Samyang, sereh, rempah-rempah khas Asia, kangkung, tahu dan tempe bisa kita peroleh di Mekong. Harga nya relatif bersahabat, pemilik toko nya pun sangat baik dan ramah.
Bagaimana melihat kehalalan produk di Denmark?
Beberapa produk daging terutama ayam sudah banyak mencantumkan logo halal, namun untuk daging sapi hampir tidak pernah ditemui logo halal pada kemasannya. Kemudian, makanan lain seperti es krim, susu atau biskuit kami melihat kode-kode di belakang kemasan kemudian diinput ke dalam apps Halal Verifier Code. Jadi, kalau ada 1 bahan yang terdeteksi haram, bisa langsung diketahui. Terima kasih orang-orang yang sudah membuat apps ini.
Toko-toko disini secara kualitas sangat bagus dan nyaman, semua transaksi bisa dilakukan secara non-tunai (cashless). Transaksi di Indonesia juga sudah hampir menggunakan QRis semua ya, kecuali mungkin bayar parkir, toilet atau pedagang kecil yang masih memerlukan uang tunai ya.. hehehe.
Bagaimana pendapatmu tentang transaksi cashless? Apa memudahkan? atau lebih baik transaksi tunai saja ya?













