[click to enlarge]
20151024 - Total Feedback - Seahoarse & LKTDOV
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Singapore
seen from Pakistan

seen from Australia

seen from Australia
seen from Netherlands
seen from United States
[click to enlarge]
20151024 - Total Feedback - Seahoarse & LKTDOV
LKTDOV Perkenalkan 'Black Past' Dalam Sajian Klip Video Footage
Unit Post-Rock/Skramz asal Yogyakarta, Last Kiss To Die Of Visceroth atau yang biasa disebut dengan LKTDOV, kembali produktif di tengah pandemi salah satunya dengan melesatkan rilisan via digital stores. Sebelumnya LKTDOV berhasil memperkenalkan album self titled yang dirilis dalam format vinyl 7" berisikan 3 track dengan persembahan dari Relamati Records, Tomat Records dan Samstrong Records. Kemudian rilisan tersebut dilanjutkan dalam format kaset dengan bonus 1 track yakni Black Past.
Single Black Past sendiri adalah cover version LKTDOV dari band Jepang bernama Envy, dimana sebelumnya pernah dirilis juga dalam format vinyl 12" oleh Zegema Beach Records (Kanada). Materi cover tersebut merupakan bagian sebuah kompilasi Tribute To Envy: Envy/Love yang berisikan band-band dari Eropa, Amerika Serikat dan juga Asia, salah satunya adalah LKTDOV.
Agenda rilisan terbaru ini LKTDOV menampilkan klip video footage Black Past yang diambil dari live session pada beberapa akhir tahun terakhir. Footage tersebut adalah hasil gabungan rekam jejak dari sorotan rekan-rekan LKTDOV sendiri diantaranya Bioskop Semut Gajah, Tir Saputra, Arie Mindblasting, Fahrul Rozi, Edwin Fauzi, Ahmad Okta Perdana sampai highlight konser LKTDOV yang dibesut Yudha B Nugraha. Simak versi penuhnya menuju kanal youtube, nikmati dan sebarkan.
Simak klip videonya disini
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
LKTDOV выпустили новый клип Behold, A Shattered (feat. Dea Karina)
MENARILAH BERSAMA RESAHMU! 3 BAND EMO YANG MEMAKAI SENI TARI DALAM VIDEO KLIPNYA
Kadang emosi tidak mesti ditumpahkan dalam bentuk verbal. Gestur terkecil pun mampu menampakkan kedalaman perasaan yang ada di dalam benak tiap manusia, apalagi dalam bentuk sebuah koreografi atau tarian. Ketiga band ini di tahun 2017-2018 memilih tarian dalam usaha representasi visual di tiap video klip mereka.
1. PIANOS BECOMES THE TEETH - Love On Repeat(2018)
Pianos Become the Teeth adalah sebuah band USA dari Baltimore, Maryland yang terbentuk sejak 2006. Gaya bermusik mereka adalah post-hardcore yang merupakan fusi dari gaya post-rock dan screamo awal. Mereka juga adalah bagian dari movement “The Wave” (fusi post-rock dan screamo) bersama band- band seperti Touché Amoré, La Dispute, Defeater, dan Make Do and Mend. Anggota mereka saat ini adalah Kyle Durfey (lead vocals, lyrics, piano, programming), Chad McDonald (guitars), Mike York (guitars), Zac Sewell (bass, backing vocals) dan David Haik (drums, percussion)
Love On Repeat adalah lagu dari album “Wait For Love” yang dirilis tahun 2018, dan sedikit agak menjauh dari gaya epik post-rock mereka yang sebelumnya. Disini PBTT lebih berjalan dalam irama yang rancak, walaupun cresecendo ala Post-rock juga masih terlihat. Terlihat juga dua gadis kembar bermake up “Dia De Los Muertos” dari video klip Charisma yang juga masih dalam narasi album “Wait For Love”
2. LKTDOV (LAST KISS TO DIE OF VISCEROTH) - Behold, A Shattered Enchantment (feat. Dea Karina)
LKTDOV, adalah band Yogyakarta yang menggabungkan musik Skramz (90’s Screamo) dengan aroma Post- Rock. LKTDOV ini dianggotai oleh Indra Menus (vokal), Made Dharma (gitar), Wisang (gitar), Okta (bass) dan Yudha “Bogex” (drum). LKTDOV sendiri berasal dari gabungan 3 nama band yaitu Last Kiss Good Night, Lord Of Visceroth dan To Die. LKTDOV telah mengeluarkan 3 rilisan yaitu Self Titled EP, Paris In The Making / Last Kiss To Die Of Visceroth - Split Tape (Cass), dan debut full album All We Have Left Is A Memory Of Yesterday. Untuk 2018 ini mereka ternyata memberi sinyal rilisan baru berupa Video Behold, A Shattered Enchantment (feat. Dea Karina). Lagu bertajuk Behold, A Shattered Enchantment ini merupakan bagian pertama dari 3 lagu yang akan dirilis dalam format piringan hitam (vinyl) 7”. Single berdurasi 5 menitan ini direkam di Watchtower studio dan diproduseri oleh I Made Dharma (Warmouth, Deadly Weapon). Dengan sound yang lebih gelap dan berat dari album sebelumnya (All We Have Left Is A Memory Of Yesterday dirilis 2015 oleh Samstrong Records), dipastikan materi terbaru ini akan lebih mengena di kalangan penggemar musik kelam. Video klip Behold, A Shattered Enchantment sendiri disutradarai Yudha B. Nugraha dengan Ichidilaga sebagai dance talentnya. Video ini dishoot dengan single angle dan menawarkan nuansa trance visual dari tarian Ichidilaga diiringi lagu LKTDOV yang beranjak “nggerus” dan gelap.
3. EASTERN YOUTH - 「ソンゲントジユウ」(Songentojiyuu) Berawal sebagai band punk/OI! , Eastern Youth merupakan salah satu pionir gerakan skinhead punk di Jepang sebelum akhirnya mereka berubah menjadi Indie Rock/ Emo di tahun 1997 di Album Koritsu Muen No Hana (Isolated Flower Aura) dengan pengaruh Fugazi, Jawbreaker, Stiff Little Fingers dan Folk Jepang yang kental. Eastern Youth dibentuk di Tokyo tahun 1989 dan dulu beranggotakan Hisashi Yoshino (vokal, Gitar), Atsuya Tamori (Drum) dan Tomokazu Ninomiya (Fretless Bass), namun Tomokazu Ninomiya keluar untuk membentuk Misato and Tonkatsu, kemudian digantikan Yuka Muraoka. Bermusik sejak 1989 hingga sekarang, Eastern Youth bisa dibilang salah satu senior Indie Rock di jepang yang bisa bertahan melawan zaman hingga 29 tahun lamanya. Format trio dan influence punk mereka mengingatkan kita pada band Indonesia yang sampai sekarang juga masih bermusik yaitu Netral atau NTRL. Lagu - Lagu Eastern Youth dikenal mempunyai lirik yang mencerminkan kerasnya semangat bangsa Jepang dan disisi lain rapuhnya mental mereka dalam menghadapi kenyataan salaryman di dalam sistem korporat ekonomi Jepang. Songentojiyu adalah lagu dari album yang juga berjudul Songentojiyu yang dirilis 2017 lalu. Menampilkan ibu-ibu pemilik toko kelontong yang diperankan Shimo Kkesehariannya menghadapi hecticnya Tokyo. Entah ia mencoba melampiaskan cita - citanya yang belum tercapai sebagai penari atau dia memang mabuk sambil menari untuk menghadapi sumpeknya Tokyo. Vokal Yoshino yang melengking kadang out of tune memberi representasi raw emotion dari Eastern Youth dalam lagu Songentojiyuu ini, dan merupakan ciri khas Eastern Youth sejak 1997. Eastern Youth ini juga dianggap sebagai pelopor indie rock/emo di Jepang bahkan Asian Kungfu Generation menganggap mereka sebagai mentor.
PARA POST ROCKERS SIAP-SIAP UNTUK POST ROCK FEST YOGYAKARTA TEPAT DI HARI VALENTINE!
Seperti yang kita ketahui, hari Valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari sering menjadi momen istimewa untuk berbagi kasih sayang kepada pasangan tercinta. Terlepas dari kontroversi pemaknaan hari kasih sayang, tidak ada salahnya juga untuk merayakan Valentine dengan sebuah event musikal. Akan tetapi, berbanding terbalik dengan pemaknaaan Valentine yang sarat dengan cinta dan kasih sayang, organizer musik YK Booking dan Relamati Records malah menggelar sebuah pesta kesenduan.
Ya, event musik yang mereka gelar kali ini beraroma kesedihan dengan mengajak 4 band Yogyakarta yang dekat dengan irama musik Post-Rock. Post-Rock sendiri istilahnya di ciptakan pertama kali oleh Simon Reynolds ketika sedang mereview album Bark Psychosis - Hex di tahun 1994, dimana Simon mendefinisikan Post-Rock sebagai “sebuah bentuk eksperimentasi dari musik Rock yang ditandai dengan penggunaan instrumen musik Rock terutama untuk mengeksplorasi timbre dan tekstur daripada struktur lagu, akord atau riff.” Pada perjalanan waktu selanjutnya musik ini berkembang lebih jauh dengan memasukkan banyak unsur musik lain ke dalamnya.
Di acara Post-Rock Fest YK ini terdapat 4 band Yogyakarta yang memainkan musik Post-Rock dengan unsur-unsur musik lain yang saling berkelindan sehingga membentuk sebuah identitas yang berbeda diantara ke-empat-nya. Band pertama ada Dirtylight yang telah merilis album Anxiety of Human Kind format CDR secara mandiri di tahun 2016. Mengusung konsep instrumental Post-Rock yang dibalut dengan kejelimetan Math Rock dan penggunaan synthesizer membuat band ini sering dianggap sebagai Yogyakarta’s answer to Japan’s TOE.
Sementara itu Niskala juga memainkan jenis musik instrumental yang sudah tidak asing lagi di skena musik Yogyakarta dan sekitarnya terutama setelah single mereka Legacy Of The Moon dirilis 2016 lalu. Band yang juga digawangi oleh drummer FSTVLST ini sedang menyiapkan materi untuk album penuhnya sementara single kedua berjudul Alana yang November lalu telah dirilis melalui akun YouTube.
B.U.K.T.U yang baru saja merilis album Mengeja Gejala Menjaga Dendam ini adalah sebuah proyek baru yang berisi beberapa personel band Jogja diantaranya Sungai, Rupagangga, Afapika dan Summerchild. Band yang enggan memberi judul di tiap lagu tapi selalu menjelaskan tentang apa karya yang baru saja disajikan ini memadukan Post-Rock dengan Noise yang berasal dari synthesizer yang dimainkan oleh Bodhi yang juga merapalkan spoken words.
Terakhir ada LKTDOV yang pada dasarnya adalah sebuah kolektif HardcorePunk yang bermain musik Post-Rock dengan elemen Skramz/90’s Screamo. Band ini juga akan merilis single baru berjudul Behold, A Shattered Enchantment melalui laman www.soundcloud.com/relamatirecords tepat di tanggal 14 Februari 2018. Single ini menjadi bagian dari album piringan hitam 7” yang rencananya akan dirilis 21 April 2018 dan sudah bisa dipesan secara pre-order melalui email: [email protected]
Acara dengan harga tiket masuk Rp. 10.000 ini akan digelar pada 14 Februari 2018 mulai pukul 19.00 – 23.00 WIB bertempat di Barcode Kitchen and Bar, Jalan Robert Wolter Monginsidi no. 23, Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta. NB: #PostRockFestYK CP: Indra Menus - 085729732198
new single dari LKTDOV - Is It a Dream Within a Dream
LastKissToDieOfVisceroth, band postrock/90's screamo dari Jogjakarta ini memutuskan untuk menyingkat namanya menjadi LKTDOV setelah merilis demo tape 2012 yang di rilis oleh Relamati Records. Kali ini dengan tambahan beberapa personel baru, Adi Kewz (Anggisluka) di posisi drum, Okta (Vnrest, Goddest Of Fate) di posisi bass, Aan (eks Summer In Vienna, Sri Plecit) sebagai keyboardist, Wisang (Dirty Light) di posisi gitar 2 serta drummer lama LastKissToDieOfVisceroth, Bogex (Vnrest, Wound, This Heart dll) berpindah posisi di gitar 3. Dengan formasi baru ini, mereka mencoba ber-eksplorasi lebih dalam dan jauh lagi dengan memasukkan unsur unsur Math Rock serta Indierock ke dalam komposisi mereka. Akhir 2012 lalu LKTDOV kelar merekam 3 lagu yang di mixing dan mastering oleh Surya LastElise di Olivine studio dan rencana nya 2 lagu di rekaman ini akan di gunakan sebagai split tape bersama band postrock/screamo Singapura, Paris In The Making yang akan di rilis sendiri oleh kedua band dan di perkirakan rilis akhir januari ini. Rilisan ini cocok untuk para fans Postrock semacam Mogwai, Caspian maupun 90's screamo/emo semacam Sinaloa, Envy dll. Untuk mendengarkan salah satu extended version lagu LKTDOV, bisa streaming di: https://soundcloud.com/relamatirecords/lktdov-is-it-a-dream-within-a jangan lupa pula untuk follow mereka di: www.twitter.com/LKTDOV atau add mereka di: https://www.facebook.com/pages/LastKissToDieOfVisceroth/226517467400475
Amukredam perfomed their new song for their upcoming three-way split with A City Sorrow Built and LKTDOV at their EP launching on December 15, 2012