laki-laki itu bernama Purnama
saban hari, yang Purnama lakukan adalah menulis puisi cinta. lembaran kertas pada buku tulis usangnya penuh dengan bait-bait memuja. entah pada siapa, tidak ada yang tahu selain penciptanya.
laki-laki itu bernama Purnama. sudah habis sebagian besar waktunya ia pakai menggoreskan ungkapan rasa. terkadang sajaknya ia beri judul, lebih sering langsung isi dengan seribu kalimat mesra. salah satu halaman Purnama beri tulisan kapital "SAJAK MUARA". ada empat belas baris di sana, merangkum apa saja yang mampir di pikirannya.
buku tulis Purnama sudah hampir tidak menyisakan bagian kosong. di beberapa lembar terakhir, Purnama selalu menyebutkan nama Niskala, si gadis cantik yang kata orang-orang, berkulit gosong. pada halaman dengan Niskala sebagai tokoh utamanya, tulisan Purnama tidak lagi dominan kalimat puitis seperti biasa. tulisan Purnama lebih jujur bercerita tentang Niskala. mengenai indah rupanya, lebih banyak perihal cantik hatinya.
laki-laki itu bernama Purnama. Purnama senang menulis puisi cinta. kepada siapa, hanya dia yang tahu jawabannya. namun, akhir-akhir ini, pena Purnama konsisten melukis nama Niskala. Purnama terus mencatat bait-bait sajak selain kepada Niskala, tetapi nama gadis itu tetap selalu mampir di sukmanya.
Niskala, ini Purnama.
satu-dua kali, Purnama tidak hanya menulis puisi. disusunnya pula surat dengan huruf-huruf rapi. walau tulisan Purnama jarang sekali bisa ditahu siapa yang dituju, belakangan ini, semua pembaca paham siapa yang sedang menari di hati si penulis.
















