Perempuan yang #MemesonaItu Tak Lepas dari Kebiasaan-Kebiasaan Hebat Ini
Memesona! Ada banyak kata pujian yang bisa disematkan pada perempuan. Mulai dari ‘cantik’, 'cerdas’, 'menarik’, dan 'percaya diri’, namun kata ‘memesona’ punya level predikat yang lebih tinggi. Memesona itu above all else! Mencakup sejumlah sifat dan nilai-nilai baik dalam diri perempuan. Wah, pasti beruntung sekali ya perempuan seperti itu. Tapi, apakah semua perempuan bisa menjadi memesona? Tentu saja bisa! Yuk, intip apa saja kebiasaan-kebiasaan yang perlu dilakukan perempuan agar selalu memesona.
1. Bersyukur atas keunikan dirinya
Setiap perempuan unik
gambar dari sini
Perempuan yang memesona tidak membanding-bandingkan dirinya dengan perempuan lain. Ia puas dan merasa cukup dengan dirinya sendiri. Ia juga tidak berpura-pura menjadi orang lain demi mendapat penerimaan, justru ia seringkali menjadi trendsetter bagi orang lain. Aura percaya diri akan terpancar dari perempuan-perempuan yang bersyukur atas segala kelebihan, kekurangan, serta keunikan dirinya.
2. Tidak melupakan sisi femininnya
Umumnya, perempuan memiliki kelebihan dalam hal empati dan kepedulian. Dua hal itu bisa terlihat dari bagaimana ia memperlakukan dirinya dan memperlakukan orang lain. Perempuan yang memperlakukan dirinya dengan positif akan terlihat memikat. Sedangkan perempuan yang senantiasa memperlakukan orang lain dengan rendah hati, senang membantu, adalah perempuan yang luar biasa. Tidak diragukan lagi, perempuan yang melakukan keduanya adalah perempuan yang layak mendapat predikat memesona!
3. Berani bermimpi, berani belajar, berani bersikap
Malala, gadis Pakistan yang memperjuangkan pendidikan. Di usia 16, ia meraih nobel perdamaian 2014. Di Indonesia, Raden Dewi Sartika, Raden Ajeng Kartini, Hj. Rangkayo Rasuna Said, adalah beberapa tokoh perempuan yang punya perjuangan di bidang yang sama
gambar dari sini
Perempuan memesona juga tidak ragu untuk memiliki cita-cita yang tinggi. Misalnya, cita-cita untuk menempuh pendidikan. Ia tak hanya update dalam urusan fashion, tapi juga tak ketinggalan memperbaharui pengetahuan dan kemampuannya, demi meraih impiannya. Ia paham betul bahwa pesona perempuan bukan semata ditentukan oleh brand (red. merk) yang menempel di tubuh, tapi oleh brain (red. wawasan).
Yes, perempuan-perempuan yang punya modal ‘brain did’ (wawasan luas) bisa lebih memesona daripada mereka yang bermodal benda-benda 'branded’ saja.
Apalagi saat ini, kita dimudahkan oleh teknologi untuk mendapatkan berbagai informasi penting. Misalnya informasi seputar perempuan, aneka tips dan trik, beragam inspirasi, yang pasti berguna untuk menambah wawasan.
Ia juga tak takut untuk bersikap meskipun harus menanggung risiko yang tidak mudah. Tentu keberanian itu akan lahir dengan sendirinya manakala kita yakin akan kemampuan diri kita sendiri.













