SUAPAN MIE PERTAMA DARI RADIT
Waktu itu Hari Sabtu, 4 April 2020.
Dimulai dari rutinitas harian seorang ibun ke anaknya, salah satunya adalah menyuapi duh apasih menyuapi. Anak saya umur 3 tahun dan dia masih saja saya suapin tiap hari. Kenapa kok gak di biasain untuk makan sendiri? Iya karena saya orangnya sayang banget sama anak, sampe makan aja perlu dibantuin. Bukannya mengajarkan anak untuk mandiri termasuk makan sendiri itu kan lebih penting. STOP lagi gak mau debat soal perenting.
Karena saya lagi pengen menyuapin anak saya selagi saya bisa, dan saya mau, karena suatu saat nanti saya bakalan kangen moment seperti ini.
Etapi kok nggelambyar sih, seperti judul diatas harus kembali ke jalan yang benar deh. Fokus. Jadi malam itu sehabis acara rutin suap-suapin, gantian perut saya melapar karena sudah lewat dari jam makan. Entah kenapa malam itu bapak negara berbaik hati memberikan sebagian mie goreng yang dia masak buat saya.
Tanpa pikir panjang saya ambil saja mie yang ada di meja saya taruh di dekat saya menonton televisi. Kok makannya gak di meja makan? Memang rumahnya gak ada meja makannya? Ada kok, lagi ingin saja makan tanpa harus di meja makan. Ini bukan suatu kesalahan yang fatal juga kan.
Saya mengambil mie dengan garpu, memasukkan dalam mulut, merasakannya, mengunyah, menelan. Lumayan pedes nih. Radit melihatnya kemudian dia tiba-tiba saja mengambil alih garpu yang aku taruh di mangkok. Bunda ayoo hak buka mulut bunda. Ku buka mulutku menerima apa yang dia berikan padaku mie dengan jumlah random kadang banyak kadang sedikit. Namanya juga anak 3 tahun masih belom bisa mahir dalam sendok menyendok (anakku ku ini bukan anak mereka klo anak mereka mahir ya alhamdulilah).
Tanpa sadar sudah setengah mangkok aku habiskan mie dengan suapan dari Radit. Dan makin lama makin pedas. Aku kepedasan, sambil mengipas mulutku panas, pedas. Radit melihat ku. Kulihat dia kemudian bergegas ke belakang mengambil gelas dan menuangkan air dalam gelas. Kemudian berjalan mendekatiku sambil menyodorkan gelas berisi air, ayoo minum bunda, dihabiskan yaa biar pipisnya bening, persis seperti kataku ketika memintanya untuk meminum air putih yang banyak.
Senang, terharu, bahagia. Anak meniru persis apa yang kita lakukan padanya dengan baik. Pesan sayang kita dari apa yang kita lakukan ke dia tiap hari sampai ke otaknya, ke dalam alam bawah sadarnya. Itu pentingnya kita harus memberikan contoh kebaikan, kasih sayang, perhatian, kepada anak.
Karena kamu senang bukan ketika kamu diperlalukan sebaik apa yang kamu lakukan kepada anak. Jangan lelah menjadi contoh yang baik buat anakmu. Tapi juga jangan lupakan klo kita juga manusia yang kadang ada saat keseleo tidak sesempurna apa kata buku parenting.
peluuukk... puk puk buat bunda yang lagi berjuang di luar sana.













