seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Greece
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Philippines
seen from Japan
seen from Belgium

seen from Japan
Ini nih ... Yang Ditunggu Saat Musim Hujan ~
Lima Miliuner Yang Bangkrut Karena Utang.
Menjadi miliuner dengan harta berlimpah adalah impian semua orang. Dengan harta yang banyak kita tak perlu takut menjalani kehidupan yang kejam ini. Hampir semua kebutuhan bisa kita dapatkan jika kita mempunyai kekayaan yang berlimpah. Namun roda kehidupan tidaklah selalu sama.
Akan ada masa dimana kita akan terjun bebas ke jurang kemiskinan jika kita tidak pandai mengelola kekayaan. Yah, hidup itu kejam dengan segala kemungkinan apa yang tidak diharapkan pasti akan terjadi. Seperti yang terjadi pada miliuner berikut ini. Walau bergemilang harta dan punya banyak properti nyatanya tak membuat hidup mereka nyaman.
Malah hanya karena sesuatu yang sangat kecil, dalam waktu yang sangat singkat mereka menjelam menjadi orang melarat dan banyak meninggalkan hutang. Penasaran? Berikut lima kisah tragis para miliuner yang bangkrut dan jatuh miskin karena utang. Silahkan disimak dan semoga menjadi pelajaran bagi kita semua :
Patricia Kluge.
Miliuner pertama yang bangkrut dan jatuh miskin karena utang adalah Patricia Kluge. Ia adalah salah satu korban krisis ekonomi pada tahun 2008. Patricia Kluge merupakan Istri dari mendiang miliarder John Kluge ini membeli kebun anggur seluas 960 hektar, setelah bercerai pada 1990. Dia meminjam hampir 70 US Dollar juga untuk melengkapi fasilitasnya.
Akan tetapi dia bangkrut saat krisis real estate melanda. Dengan terpaksa properti yang dimilikinya harus ditutup. Tebak siapa yang membeli properti tersebut? Tak lain tak bukan adalah Donald John Trump, yaitu seorang wirausahawan, pionir program pertelevisian dan pebisnis yang sukses dari Amerika Serikat.
Eike Batista.
Eike Batista mendapatkan kekayaannya dengan menjadi taipan bisnis Brazil yang bergerak di bidang pertambangan serta eksplorasi minyak dan gas. Pada tahun 2012, akibat perlambatan ekonomi di Eropa, pengusaha kerajaan minyak OGX Petroleo dan Gas Participacoes SA asal Brazil ini pun mendapati kekayaannya tertekan hingga 29 koma 2 miliar US Dollar atau sekitar 395 koma 5 trilun Rupiah.
Penurunan itu terjadi sebagai imbas merosotnya indeks Bovespa sebesar 2 koma 8 persen, kemerosotan terbesar sejak Oktober 2011. Hal ini menyebabkan dirinya terdepak dari daftar 10 orang terkaya dunia versi “Forbes” pada tahun 2013.
Padahal, sebelumnya di awal tahun 2012, Batista menempati posisi ketujuh orang terkaya dunia dengan total nilai harta sebesar 30 miliar US Dollar atau sekitar 06 triliun US Dollar. Pada saat itu, ia bahkan merupakan orang terkaya di Brazil.
Bjorgolfur Gudmundsson
Bjorgolfur Gudmundsson adalah ketua dan mantan pemilik West Ham United FC. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai pemilik sekaligus CEO West Ham United FC. Dia dan anaknya Thor pernah menjadi dua orang paling kaya di Islandia, Thor berada di peringkat pertama.
Dirinya pernah memiliki pendapatan sebesar 1 koma 1 miliar US Dollar namun menyusut hingga ke titik nol saat mitra bisnis Thor dihantam krisis kredit di negaranya.
Gudmundsson ditunjuk sebagai salah satu penyebab bencana tersebut karena keterlibatannya pada kegiatan-kegiatan ilegal seperti penipuan dan penggelapan uang di masa lalu. Dia diumumkan bangkrut oleh pengadilan Islandia dengan tumpukan hutang sebesar 96 miliar Krona Islandia.
Sean Quinn.
John Ignatius Quinn, umumnya dikenal sebagai Seán Quinn, adalah seorang pengusaha Irlandia dan konglomerat. Pada tahun 2008 ia adalah orang terkaya di Irlandia, namun pada tahun 2011 ia mengajukan kebangkrutan.
Ternyata ia adalah miliarder yang pernah menempati peringkat ke-164 orang terkaya versi Forbes ini kehilangan seluruh kekayaannya akibat hantaman krisis ekonomi pada 2008.
Sebesar 6 miliar US Dollar kekayaan yang dihasilkannya dari kerajaan bisnis mata uang, manufaktur dan asuransi, The Quinn Group. Dia kehilangan semuanya setelah menginvestasikan 25 persen dananya di Anglo Irish bank, menggunakan dana pinjaman dari Anglo.
Saham-sahamnya anjlok dan jadi tak berharga, menyebabkannya berhutang US$ 3,85 miliar ke lembaga milik Anglo Irish Bank, Irish Bank Resolution Corporation. Dia diketahui sebagai miliarder ternama sejak 1970, dan saat ini dikenal sebagai pengusaha paling bangkrut.
Alberto Vilar
Terakhir miliuner yang bangkrut karena utang adalah Alberto Vilar. Miliuner yang sering dipanggil Albert Vilar ini adalah seorang investor Amerika dan dermawan dari West Orange, NJ, terutama dikenal sebagai pelindung dari opera.
Ia dikenal sebagai dermawan karena sumbangannya pada perusahaan-perusahaan opera, organisasi-organisasi seni, dan lembaga-lembaga pendidikan di beberapa wilayah dunia. Pada 1979, dia mendirikan perusahaan investasi Amerindo dengan mitranya Tanaka. Kekanyaannya mencapai US$ 1 miliar pada 2001.
Setelah itu, dia dihukum atas tuduhan pencucian uang, penipuan dana investasi penipuan sekuritas, dan berbagai penipuan lainnya. Sebagian hasil kejahatannya tersebut digunakan sebagai dana sumbangan. Pada November 2009, dia akhirnya dihukum 9 tahun penjara.
Nah, itulah kawan sekiranya lima miliuner yang bangkrut dan jatuh miskin karena utang di dunia. Semoga bisa menjadi pelajaran dan menjadi contoh bagi kita semua bahwa sesungguhnya harta tidak akan bertahan lama, dan mulai dari sekarang gunakan harta tersebut dengan bijak.