Kubang Putiah I'm in Love! Agaknya sudah tak terbilang berapa purnama saya tidak pulang kampung ke Kubang Putiah, ada sekitar 4 tahun yl. Jika ditanya kapan terakhir nginap di kampung, prestasi saya lebih jelek lagi, 2009 saya terakhir nginap di kampung, karena tante yg tinggal di kampung meninggal. Jika pulangkampung adalah mata kuliah, saya sukses dapat nilai E dan di DO dari kampung saya. Dulu ada 3 rumah yg rutin kami kunjungi jika pulang; rumah tante/sepupu ibu (kami menyebutnya rumah ateh/gbr6), rumah bawah (gbr4,5) rumah ibu adik beradik yg dibuatkan oleh Pak Gaek (kakek) saya, dan rumah Nek Jar (masih ada hubungan saudara, gbr8 sebelah kiri). Ada juga rumah gadang (gbr8, tengah) dan rumah saudara yg lain (gbr8, kanan), tapi dari dulu sudah tak berpenghuni; ditinggalkan, lapuk dan reyot. Makanya kepulangan saya tempo hari, a bit lebay for me, karena banyak kenangan di sana. Menyusuri tiap lekuk jalannya, menikmati melodi rumpun bambu dan gemericik air pincuran, menjejakkan kaki kembali ke bangunan2 usang itu, atau sekedar berfoto di depannya benar2 membangkitkan memori lama saya. Lalu saya merindukan masa itu lagi, masa dimana rumah2 itu masih berpenghuni, masa dimana rumah2 itu masih terdengar suara riuh rendah orang bercengkrama, masa dimana kami bakal menggilir rumah2 tadi untuk menginap dengan sajian masakan khas kampung yg menggugah selera. Yes, saya speechless. Saya rasa words cant represent my feeling right now. Ah, sudahlah, sepertinya saya CLBK....dengan Kubang Putiah #dinitellsstoriesver2 #storytwo4 #freewriting #bercerita #kubangputiah #lukok #agam (at Kubang Putiah)















