Belajar Sabar
Baru 6 bulan yang lalu ini saya baru bener-bener paham kalo hidup kayak roda berputar. Kadang diatas, kadang dibawah. Bukan berarti dulu roda kehidupan saya nggak pernah muter. Mungkin muter tapi lebih lama di atasnya daripada di bawah. Atau mungkin di bawah juga lama, tapi dulu saya bisa lebih ikhlas dalam menerima dan jernih dalam berpikir daripada sekarang. Atau… entahlah karena apa.
Banyak sekali pertanyaan di otak saya, “sebenernya apa yang saya dapat dari melakukan ini?” “Sebenernya kayak gini tu manfaatnya apa?” “Kok saya mau disuruh kayak gini sih?” “Mending ngelakuin B, C, D, E daripada kayak gini, nggak jelas”.
Sering lupa kalau segala sesuatu butuh proses. Pengennya apa-apa instan, pengennya segalanya cepat. Padahal nggak bisa. Enak yang instan tu nggak ada.
Inget-inget kalau sebelum pelangi pasti ada hujan dan orang sukses pasti pernah gagal. Sabarlah nunggu hujan reda, sabar nunggu cobaan selesai. Perubahan menjadi lebih baik itu pasti susah dan lama. Dan nggak semua manfaat dari suatu perubahaan yang kita alami langsung kelihatan. Mungkin sekarang susah terus. Mungkin habis susah juga ngga langsung merasa enak, b aja. Tapi percaya, manfaat itu pasti dateng suatu hari. Belajar sabar, toh kalo dijalanin pasti bakal selesai juga.
Sama perubahan itu ya yang kuat, kalo cengeng terus kapan berubahnya?
Ya rabb, semoga saudara-saudaraku yang hampir berputus asa selalu ingat bahwa Kau selalu bersama mereka. Semoga teman-temanku yang hampir berhenti selalu percaya bahwa Kau datangkan kesulitan itu bersama kemudahan. Aamiin.












