Rezeki yang tidak terduga; yang datang dari arah yang tak disangka: salah satu ciri takwa.
Pada suatu waktu penyampaian dari seorang guru, bahwa kita sebagai muslim seharusnya berharapnya mendapat rezeki yang tidak terduga; dari arah yang tak disangka-sangka. Karena itu salah satu ciri takwa (At Thalaq 2-3): Allah memberi rezeki dari arah yang tak disangka.
Monthly paid, sallary, gaji, thp, atau apalah itu namanya, seringkali itu sudah kita duga, entah waktunya ataupun nominalnya. Reaksi kita terhadap sesuatu yang sudah terduga, biasanya b aja. Lain kalau dengan sesuatu yang tak disangka-sangka, berasa sureprise mungkin istilahnya.
Mungkin kita pernah ngalamin, ketika suatu waktu kebanyang pingin makan bakso pas lagi ujan-ujan dingin, cuma lintasan pikiran aja dan kita ga ngapa-ngapain, tiba-tiba kurunyung ada temen dateng bawa bakso 2 bungkus, "hayu kita makan". Ih maasyaaAllah, rezeki yang tidak diduga!
Kalau yang saya alami kemarin-kemarin sih, pernah ngebatin pas lewat simpang patrol "udah lama ga makan sate cijengkol", dan beberapa hari besoknya pas ngelembur dibeliin sate cijengkol H.maman sama yg nyuruh lembur, alhamdulillah rezekiii!
Atau pas mau nganterin berkas ke kantor keuangan yang lokasinya beda gedung dan ada lantai dua, begitu turun dari gedung yayasan ketemu sama orang keuangan, jadi bisa nitip, ga perlu jalan dan naik tangga lagi, itupun rezekii.
MaasyaaALLAH. kita suka lupa kalau rezeki itu bukan hanya berupa materi, bukan hanya berupa hal fisik yang bisa dilihat. Rezeki Allah luas dan berlimpah ruah: nikah sehat, nikmat kemudahan, nikmat kesempatan, nikmat perlindungan, nikmat pengarahan, nikmat bimbingan. Ah, banyak pokonya mah. Tinggal kita yang perlu banyak-banyak bersyukur, tidak takabur, agar tidak menjadi kufur.
















