2017 - Akhirnya menjadi alumni organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah. Setelah setahun lebih di amanahi menjadi penggerak dalam setiap kegiatan yang bergerak di balik layar.
Setahun kemudian, kami, dari Alumni mengadakan kegiatan atas inisiatif dan rembugan bersama; Rihlah. Rihlah yang berjilid-jilid. Satu, dua, tiga. Nggak sembarangan, Rihlahnya di pantai dan gunung.
Tapi di setiap rihlah itu pasti terbesit dalam pikiran dan benakku ketika Saya mengambil dokumentasi untuk kemudian hari di jadikan momentum pengingat.
“Kalo aku punya kamera, pasti bagus nih hasilnya!”
Hal itu selali terbayang dipikiranku, walaupun tidak pernah keluar dari mulutku. Hingga akhirnya pertengahan 2018 aku mulai berkeinginan untuk membeli kamera. Tapi sayangnya waktu itu aku berniat membeli kamera bukan untuk di jalan dakwah ini, hanya untuk mengambil setiap momen yang dititipkan Allah kepadaku.
Dan hasilnya? Ya, ga kesampaian! Tabungan kosong, di tunda lagi.
Namun di tahun berikutnya kira-kira bulan September, aku merubah niatku.
“Wah, kalo di setiap event dan kegiatan dakwah kalo punya kamera enak nih!”
Aku berniat membeli kamera untuk digunakan di jalan Allah, untuk mengabadikan setiap momen yang terjadi saat aku berjuang di jalan yang mulia ini. Allah mempermudah jalanku, hari per hari tabunganku bertambah dan tentunya aku berpikiran positif dong.
Maret 2020, aku membicarakan keinginan untuk membeli kamera kepada ibukku.
“Buk, aku mau beli kamera. Tabunganku udah dapat 3/4 kurang sedikit lagi”
“Yaudah, ditabung aja lagi. Kan kurang sedikit”, jawabnya sambil guyon.
Kalian pasti juga sudah tau aku berbicara begitu tujuannya agar ibukku mau menambah kurangnya tabunganku untuk membeli kamera. Tapi, ya sudahlah. Jalan masih panjang, pikirku.
Qadarullah. Maret itu menjadi bulan yang tidak ingin diharapkan rakyat Indonesia tentunya, covid-19 masuk di Indonesia dan telah menginfeksi saudara kita di Bogor.
Kuliah libur, pemasukan ga ada.
Maret, April, Mei. Agenda dari komunitas dan bisnisku akhirnya mengharuskan aku untuk mengeluarkan tabunganku.
“Gapapa lah mbantu saudara, toh nanti bisa nabung lagi”
Hingga akhirnya tabungan tinggal sedikit dan aku mulai mengurungkan niatku membeli kamera, mungkin 2021. Bismillah...
Namun, tiba-tiba saja sehari setelah lebaran. Ibukku datang dan berbicara kepadaku,
“Yuh, jadi beli kamera? Nanti tak tambahin”
“Engga, tabunganku habis”, jawabku sambil tertawa.
Setelah itu ibukku pergi dan keesokan harinya, bapakku yang gantian berbicara,
“Jadi beli kamera? Sekalian ke Solo. Tabunganmu di bawa”, ujarnya.
“Tabunganku aja habis wkwk”
Dan ternyata keesokan harinya aku diajak ke Solo dan dibelikan kamera. Wah! Terima kasih Ya Allah, berkali-kali aku mengucapkan dalam hatiku.
Senang, namun juga terharu!