Kenangan hanya seakan terlihat ketika diingat, tapi tak tersentuh lagi sama sekali. -Unknown (Perkenalkan, ini kami class C 015.) #instaparty #partytime #C015 #unpactimakassar #mahasiswafarmasi (di Jurusan Farmasi Universitas Pancasakti Makassar)

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Japan
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Yemen
seen from Japan
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from China

seen from South Africa

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States
Kenangan hanya seakan terlihat ketika diingat, tapi tak tersentuh lagi sama sekali. -Unknown (Perkenalkan, ini kami class C 015.) #instaparty #partytime #C015 #unpactimakassar #mahasiswafarmasi (di Jurusan Farmasi Universitas Pancasakti Makassar)
Kenangan hanya seakan terlihat ketika diingat, tapi tak tersentuh lagi sama sekali. -Unknown (Perkenalkan, ini kami class C 015.) #instaparty #partytime #C015 #unpactimakassar #mahasiswafarmasi (di Jurusan Farmasi Universitas Pancasakti Makassar)
Mahasiswa adalah strata manusia tertinggi di kehidupan masyarakat. Nanti ketika kalian lulus justru strata kalian menurun. Kenapa? Karena cuman mahasiswa yang suara nya di dengar, suara terkeras untuk membela hak-hak rakyat. Kalau kalian nanti udah jadi apoteker dan demo pake jas putih, boro-boro ada yang mau denger, dicibir iya.
Syarif Hamdani,. M,Si. dosen Metode Pemisahan Analitik
Pamungkas Praktikum (Panggil Saja: Gravimetri)
Holaa and salaam everyone! I’m sorry for not taking some picts for this practice. Its because I have a lil problem in that day. So, my mood was broken cause of that. Let me tell you!
"Praktikum Gravimetri hari ke-1"
As usual, sebelum praktikum cuci-cuci alatnya terlebih dahulu. Saya sebel, alat-alatnya banyak yang kotor. Ah, pemakai sebelumnya mencucinya asal-asalan nih (asal kena air…udah langsung taruh di lemari) Singkat cerita, saya gelisah ketika melihat larutan-larutan milik teman yang hari itu praktikum Gravimetri warnanya jernih-jernih dibanding milik saya yang sudah butek alias keruh. Kegelisahan saya ternyata ditangkap oleh dosen pengawas saat itu. Hati saya berdebar-debar takut dimarahi. Eh ternyata setelah mendengarkan penjelasan saya, dosen bisa memahaminya dan menyuruh saya agar secepatnya mengganti larutan tersebut dengan yang baru. Alhamdulillah. Kelegaan saya berhenti disitu ketika saya ceroboh membuang larutan sampel yang sudah saya pipet sejumlah ketentuan. Saat itu saya benar-benar down. Mana, larutan sampel yang diberikan jumlahnya amatlah sedikit. Akhirnya…yang seharusnya dipipet sejumlah 10.0ml nggak bisa saya penuhi karena larutan sampel saya sudah habis…bis…bis, tak tersisa setetes pun. Disaat yang bersamaan, sudah waktunya untuk memindahkan krus dari furnace ke pendingin. Oh my Allah! Panic at the moment. Butttt, thanks for someone who was helped me to do that. Thankyoiiii! Setelah itu semua berjalan lancar…..hingga keesokan harinya
"Praktikum Gravimetri hari ke-2"
"Pyaaar" krus yang berisi endapan sampel saya jatuh dan tumpah se aheeeee~ lagi…lagi…lagi…… Untungnya cuma jatuh di nampan, jadi masih bisa diambil. Itupun diambilin sama Pak Laboran yang baik hati. Thankyoiiiii! Meskipun begitu efek tumpahnya luar biasa ma….men! Hasil akhir berat sampel saya mempunyai selisih yang lumayan banyak dibanding milik teman-teman yang lain. So sad :( And finally, praktikum Gravimetri berakhir dengan perasaan KECEWA BERAT! Ga pa pa lah, toh ini pembelajaran. #darisinisayabelajar Dari sini saya belajar untuk melakukan segala sesuatu dengan tenang Dari sini saya belajar untuk selalu fokus, berhati-hati dan tidak ceroboh Dari sini saya belajar untuk percaya diri dengan apa yang saya kerjakan Pengalaman pahit ini akan selalu jadi cambuk saya kedepannya. Karena saya tahu semua kejadian pasti ada hikmahnya. Oh ya, satu lagi yang hampir terlupa. Saya bersyukur sekali karena saat itu dosen pengawas yang saya segani tidak ada. Saya nggak bisa membayangkan apa yang terjadi apabila………(lanjutkan sendiri, saya gak-kuat-gak-kuat)
Just wanted to let u know and study from my mistake :) See ya next chapter! Thanks my lovafafaf :3
Waktu tadi curhat sedikit dengan Dosen Wali..
Bu Fitri : Jadi gimana udah setahun disini?
Aku : JENUH BUUUU!!! *paling semangat ngoceh sendiri*
Bu Fitri : Jenuh? Sama Universitas? Sama farmasi nya?
Aku : Iya bu.... ngerasa jenuh banget aku mah.
Bu Fitri : Loh, kenapa? Kan masih tingkat satu
Aku : Ya abis kayanya idup gitu-gitu doang bu... rutinitas yang statis. Sama buku tebel lagi, sama handout lagi, bikin laporan lagi, ngejurnal lagi, test praktikum, ngafalin ngafal dan ngafal, ngitung dan ngitung, ngeliat kata-kata susah dicerna yang selalu pake bahasa bulan
Anak Wali Lain : NAH IYA TUH BU BENERRRR!! SEMESTER 1 MASIH ON FIRE. SEMESTER 2 MULAI KENDOR. *yang daritadi diem akhirnya bersuara*
Bu Fitri : Saya paham kalau Saudara jenuh. Ya daridulu farmasi emang gitu.. kadar stress nya tinggi. Saya juga dulu ngerasain ko, makanya dulu waktu kuliah saya sering ikut kegiatan lain yang ngembangin hobi, ga sekedar nongkrong.
Aku : Semester 1 juga aku ikut ukm ****** bu, tapi susah bagi waktu. Malah stress abisnya kuliah sama ukm sama-sama minta perhatian lebih. Tadi nya ikut ukm buat refreshing malah jadi kebebanin
Bu Fitri : Cari yang lain yang bener-bener Saudara suka. Kalau cuma membebani buat apa? Intinya, lakuin yang buat bahagia, tinggalin yang buat tambah sedih. Simpel, kan?