Motor listrik merupakan jenis beban yang banyak diaplikasikan di Industri. Meski demikian, motor listrik sendiri tergolong sebagai beban yang berefisiensi rendah. Selain kendala power faktor yang memang sudah menjadi "kodratnya", kemunculan inrush current menjadi faktor yang menyebabkan perangkat ini kerap dinilai rakus akan energi. Pada saat starting, motor listrik umumnya akan mengkonsumsi arus hingga 6 kali lipat lebih besar dibanding arus pada saat kondisi full load. Karena besarnya arus inilah maka proses start dan stop motor tidak boleh dilakukan sembarangan, terlebih pada motor-motor yang memiliki house power besar.
Meski memiliki tingkat efisensi dibawah rata-rata, banyaknya varian motor menjadikan perangkat ini mudah untuk diaplikasikan di berbagai jenis industri. Bahkan di benua eropa tercatat bahwa 65 % konsumsi energi industri digunakan untuk mendrive motor listrik.
Seperti halnya beban listrik pada umumnya, motor listrik pun akan mengalami penurunan efisiensi seiring dengan penggunaan. Salah satu penyebab menurunnya efisiensi adalah naiknya losses pada motor. Losess tersebut terdiri dari :
Electrical Losses atau dikenal joule losses yakni losess yang diakibatkan oleh memburuknya resistansi winding dan konduktor
Magnetic Losses yakni losses yang diakibatkan oleh naiknya eddy current medan magnet dari motor
Stray Load Losses, yakni losses yang diakibatkan oleh ketidaksempurnaan fluk magnetik (umumnya diakibatkan oleh kebocoran arus, harmonik dan penyimpangan lainnya)
Mechanical Losess, yakni losess yang diakibatkan oleh friksi mekanik didalam motor
Brush Contact Losess, yakni losses karena putaran pemutusan kontak di posisi horisontal
Losses tersebut diatas akan semakin meningkat jika motor digunakan untuk mendrive beban diatas kemampuannya.
Guna menjaga motor agar berada di tingkat efisiensinya, maka perhatikan hal-hal berikut :
Lakukan improvement pada sisi aerodinamika motor untuk mengurangi mechanical losses
Kurangi electrical losses pada winding motor dengan cara memperbesar penampang konduktor winding. Atau, anda dapat melakukan improvement pembuatan windingnya (teknik pelilitannya)
Gunakan sistem electrical commutated untuk mengurangi brush contact losses
Jika motor sering beroperasi diluar spesifikasinya, gunakan variable speed drive (VSD)
Untuk motor 3 phasa, hindari resiko terjadinya unbalance voltage melalui pemisahaan supplynya
Agar proses maintenance motor dapat dilakukan dengan maksimal, anda membutuhkan bantuan beberapa alat ukur, yakni :
Insulation tester (sering dikenal dengan nama megger), digunakan untuk mengukur resistansi isolasi motor
Resistance meter, digunakan untuk mengukur resistansi lilitan winding
Multimeter, digunakan untuk menghitung unbalance voltage.
Thermometer, digunakan untuk mengukur temperature motor pada saat beroperasi