mendengar kabar dadakan itu rasanya was-was, jauh sampai berpikir --> masihkah saya punya waktu untuk mengabdi?
kemarin lusa dapat kabar mamah sakit jam.10 malam, kemudian di jemput teteh dari Sukabumi jam.12 malam. Tangis seketika sulit dibendung, kawan disebelah kanan-kiri keheranan dan cuma bisa bantu menenangkan malam itu.
Sesampainya di rumah, Alhamdulilah masih Allah beri kesempatan untuk menikmati senyum tulusnya, tapi mata yang mulai sayu dan lelah tetaplah nampak.
Lambung. masalah pada lambung mamah ternyata pemicunya kopi. Mamah lebih suka kopi di banding nasi (kesukaan yg aneh), tapi sekarang sudah kapok katanya dan berusaha buat suka lagi sama nasi. Seharian ngobrol ngalor ngidul, main sama cucu, masak bareng, makan bareng, ngobrol lagi. Dan dari sana ternyata terungkap bukan hanya sakit lambung, ternyata mamahku sayang ini sakit malarindu. hehe
Ya, malarindu : penyakit rindu yang sudah akut sama anak-anak dan cucu-cucu nya, 4 anak perempuan, 4 cucu, 2 mantu rasanya tetep kurang katanya. Paham ga maksudnya ?
frontalnya, kapan anaknya yang satu ini mengenalkan seseorang bakal jadi mantu?
duh ini mah euy.. suka jadi bingung, minta doanya aja mamake.. anak yang satu ini memang unik, jadi jodohnya bakal unik juga kayanya.hahaha
insyaAllah ketika mempersiapkan sesuatu dengan baik, Allah pun punya rencana terbaik bagi mereka yang yakin, ingat catatannya yang YAKIN.
realistis harus, wajib malah! tapi jangan lupa menyertakan Allah dalam setiap kemungkinanNya, karena bagaimana pun juga Dia yg Maha penentu akhir, di ujung ikhtiar ada tawakal yang harus menyertai. Semangat!
da apa atuh dunia mah temporary, sebentar..
jadi jika pilihannya bersabar, yakinlah hanya sabar yang sebentar.. karena Allah sudah menyiapkan balasan terbaik untuk setiap kesabaran :)
tapi mengapa harus menunda suatu kebaikan, bukankah menikah itu menyempurnakan? masihkah nyaman jika masih setengah?
catatan : untuk ‘ngabubungah’ da ini mah, notetomyself.