Sudah lama saya berada di satu masa di mana keinginan untuk membawakan ulang lagu musisi idola, berbanding tidak lurus dengan kemampuan saya dalam bernyanyi maupun memainkan alat musik. Saya adalah saya yang buta nada, yang kalau mau gonjreng gitar lagu musisi idola, harus buka chordfrenzydotcom dulu buat liat kunci gitarnya. Dan sial bagi saya jika lagu yang dimaksud tak tersedia di sana. Yaudah, senderin gitar lagi saja kalau sudah begitu. Atau, mainkan tungneng tungneng "Semua Tentang Kita" nan legendaris itu.
Lagipula, untuk membawakan kembali karya yang sudah mapan, akan sangat beresiko bagi saya yang kompentensi musikalitasnya berada sangat jauh di dalam kotak resonansi, (gema-gemanya saja saya ini.)
Maka dari itu, sebagai yang hidup harus bersiasat, saya akhirnya berani-berani saja mencipta lagu sendiri, yang bisa bebas saya eksekusi dan interpretasi bentuk akhirnya seperti apa. Saya yang pegang kendali, atur batas, bablas aturan, atas apa yang saya ciptakan. Tagar #kumahaaing pun akhirnya bisa saya implementasikan lewat cara ini. Menyenangkan! Dan ini kini serupa candu. Meski instrumen dan pola yang saya gunakan adalah sama semua, toh yang penting saya bahagia. Hehehe.
Di masa di mana kebahagiaan adalah sesuatu yang langka, sedang kesedihan dieksploitasi habis-habisan dan dirayakan, saya mengapresiasi usaha saya yang memercik bahagia ini.
Sila kalau berkenan mendengarkan. SoundCloud: soundcloud.com/marahdian, atau kunjungi tautan yang ada di bio.
Tabik!








