Ingat-ingatlah lagi, bisa saja marah dan penyesalanmu itu adalah bukti akan ketidakmampuanmu untuk bersyukur. Siapa yang tak dapat mensyukuri hal kecil, bagaimana bisa dia akan mensyukuri yang banyak?
Dengan yang susah saja kamu tidak dapat bertahan, bagaimana nanti mendapat sesuatu yang mudah. Besar kemungkinan kamu akan menyia-nyiakannya.
Banyak hal yang tidak dapat dilihat mata, namun hati baru menyadarinya setelah hal itu telah tiada. Barulah sadar ternyata selama ini kita telah membuang kesempatan yang mungkin saja hal yang kita buang itu justru sangat berharga bagi sebagian orang lain.
Pun masa kecilmu seharusnya sudah sangat sempurna, hanya ketika telah besar ini baru kamu menyesal, ternyata selama ini telah banyak hal luput dari perhatianmu.
Dahulu kau ingin protes kepada rupa-rupa kenyataan yang tidak sesuai keinginanmu. Hingga setelah usia 20-an ini barulah terkuak rahasia takdir, dan kau pun tersenyum penuh syukur terhadap kejadian masa lalu itu.
Banyak hal seperti tidak ada jawabannya. Hanya jalannya waktu yang akan membuka tabir. Menjelang itu, kita akan terus disibukkan dengan pertanyaan demi pertanyaan.