[Mata Maya] Prolog
Kebosanan di dunia nyata kadang membuat orang melakukan hal-hal yang sebenarnya kurang penting. Contohnya, pada pukul 1 dini hari, aku baru saja mengirimkan tweet anonim melalui sebuah akun menfess¹ di Twitter.
Ada yang mau dm an? -m24
Sejujurnya aku tidak terlalu berharap ada yang benar-benar mau mengobrol denganku via DM² Twitter. Kalaupun ada, kuharap kami bisa mengobrol singkat sekadar untuk membunuh kebosananku.
Beberapa menit setelah cuitan anonim itu terkirim, aku melihat ada beberapa reply yang masuk. Semua mengatakan hal-hal yang senada. “Hayuk”, “Kuy lah”, "Boleh nder”, “Ayo kebetulan lagi gabut juga nih”, dsb. Aku tidak ingin memulai percakapan terlebih dahulu, jadi aku membalas beberapa reply tersebut untuk meminta mereka yang mulai mengirimkan pesan kepadaku. Tak lama kemudian, ada satu pesan yang akhirnya datang mengetuk inbox, dari username @feliciafelala.
Halo, kenalin aku Felicia, tapi biasanya dipanggil Lala. f20
Boleh tau panggilan kamu siapa?
Felicia, tapi dipanggil Lala. Sungguh orang yang unik.
Halo Lala. Kamu bisa panggil sesuai nama depan akunku, Leo.
Pesanku tidak langsung dibaca olehnya. Sementara aku menunggu balasan darinya, beberapa pesan lain masuk ke dalam inbox. Semua pengirim DM ini adalah perempuan. Wajar saja menurutku, sebab sepertinya tidak ada pria yang ingin berkirim pesan kepada pria lain tanpa ada sebab khusus, apalagi kepada orang asing. Pun aku juga sebenarnya tidak begitu mengharapkan ada pesan dari pria.
Aku mulai mengobrol dengan orang-orang asing ini, kecuali @feliciafelala yang masih belum membalas—mungkin dia sudah terlelap. Dari percakapan-percakapan ini, aku sedikit mengenal tentang mereka. Ada yang masih pelajar SMA, ada mahasiswi, dan ada juga yang sudah bekerja. Topiknya pun bermacam-macam, mulai dari pertanyaan ringan tentang kehidupan sehari-hari hingga diskusi film.
Saat aku merasa sudah membalas semua pesan yang diterima, aku baru menyadari ada satu akun yang pesannya belum kubuka. Nama akun ini adalah @mata.maya. Isi pesan pembukanya pun cukup pendek.
Halo Leo
DP³ akun ini berupa perempuan berambut panjang yang menoleh ke belakang, sehingga yang terlihat hanya rambutnya serta sebagian kecil dari bagian samping wajahnya. Entah kenapa aku merasa cukup familier dengan penampilannya.
Halo juga. Panggilannya Maya ya?
Balasanku langsung tercentang biru, alias dibaca olehnya.
Iya, panggil Maya aja
Aku kira dia masih akan melanjutkan pesannya, tapi setelah 3 menit ternyata tidak ada kelanjutan. Jadi aku tulis saja “Apa kabar Maya? Tinggal di mana?”. Namun belum aku kirimkan karena kulihat Maya sedang typing, jadi kubiarkan dia mengirim duluan. Pesan lanjutan darinya pun datang.
Kamu nggak mau Bisikin Angin lagi?
Aku tersentak membaca pesan darinya. Aku baca berulang-ulang untuk memastikan aku tidak salah baca. Ini tidak mungkin, seharusnya tidak ada orang lain yang tahu tentang Bisikin Angin ini. Kecuali, aku dan dia. Tapi @mata.maya ini seratus persen tidak mungkin adalah dia. Dengan tangan gemetar dan jantung berdegup kencang, aku membalas pesannya.
Kamu, siapa???
Aku menunggu satu jam, tapi pesanku masih belum dibaca olehnya. Hingga akhirnya aku tertidur dalam kegelisahan.
Bersambung
Catatan kaki
¹menfess: singkatan dari mention confess, yaitu sebuah pesan atau hanya sekedar kata-kata yg ingin disampaikan untuk “seseorang” tanpa memberitahukan identitas si pengirim
²DM: direct message, yaitu pesan langsung yang bersifat privat kepada suatu akun di media sosial
³DP: display picture, yaitu foto/gambar yang ditampilkan sebagai identitas suatu akun di media sosial. Sering juga disebut profile picture atau avatar.
















