Tunggu Pencairan Tahap Dua, Pembangunan Huntap Tersendat Foto (Salah satu rumah jenis Riko untuk huntap korban gempa di Desa Mekar Sari Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat. Kelanjutan pengerjaan sebagian hunian tetap (Huntap) rumah rusak berat tersendat. Pasalnya, transfer Rp1,9 triliun tahap kedua belum cair dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pencairan tahap pertama sebelumnya Rp25 juta. Dengan dana itu, masyarakat hanya mampu membangun sampai penembokan. Sebagaimana pantauan Suara NTB di Desa Mekar Sari Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat sebelumnya. Di Dusun Bengkuang, ada 16 Kepala Keluarga (KK) memilih jenis Rumah Instan Konvensional (Riko). Rumah rumah itu baru sebatas pondasi dan penembokan. Sebagian bisa membeli sampai kusen pintu dan jendela. Diakui Danrem 162/WB Kol. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani, pencairan tahap kedua yang belum terealisasi menjadi hambatan. ‘’Kita sudah laporkan ke Jakarta, salah satu problem adalah dana tahap dua untuk atap maupun dinding belum cair,’’ katanya menjawab Suara NTB di kantornya, Jumat, 22 Februari 2019. Pantauannya di lapangan juga sama. Kondisi fisik bangunan Huntap sudah jadi sampai struktur, pondasi sampai tembok dengan anggaran tahap pertama Rp 25 juta. Data pihaknya, ada 600 Huntap berbagai jenis sudah jadi sampai struktur dengan dana Rp25 juta. Namun macet, karena anggaran untuk finishing belum bisa dicairkan. Danrem mengaku sudah melaporkan itu ke Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ‘’Dalam waktu dekat mudah mudahan bisa segera dicairkan. Sehingga cepat rehab rekon. Kami lapor ke BNPB maupun kepada Mabes TNI. Mereka yang sampaikan ke pimpinan (Kementerian Keuangan),’’ jelasnya Baca selengkapnya : https://www.suarantb.com/headline/2019/02/267545/Tunggu.Pencairan.Tahap.Dua,Pembangunan.Huntap.Tersendat/?amp #suarantb #koranntb #ntvnews #suara.ntb #mataraminfo #sasakpedia #insidelombok (di Mataram) https://www.instagram.com/p/BuNXxZpnDM4/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=10d5lhr0lyoc