Magazine ad for the PS2 version of "Utawarerumono", Suara's album "Yumeji", & her 2006 concert, "Suara LIVE 2006 ~Yumeji e no Tobira~".
seen from Canada
seen from Macao SAR China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Norway

seen from Norway
seen from United States
seen from Georgia
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from Thailand
seen from Russia
seen from China

seen from United States
seen from Spain

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
Magazine ad for the PS2 version of "Utawarerumono", Suara's album "Yumeji", & her 2006 concert, "Suara LIVE 2006 ~Yumeji e no Tobira~".
Good Intention without Good Action = NOL
Niat baik tanpa tindakan yang baik sama dengan tidak bernilai.
──────────────
Jika setiap hari kau memberi uang kepada seorang pengemis dengan melemparkannya ke wajahnya, maka pengemis itu punya tiga pilihan respons:
1. Ia berdiri dan memanggilmu, lalu menegur dan memberikan konsekuensi nyata.
2. Ia berdiri sambil marah-marah, memanggilmu sambil mencaci maki.
3. Ia diam saja, tersenyum getir, dan mengambil uang itu dengan hati yang patah.
Begitu juga dalam hubungan:
Implementasi versi 1:
Jika orang terdekatmu memukulmu sambil berkata “Aku melakukan ini demi kebaikanmu” — kau tetap punya tiga opsi. Dan opsi terbaik adalah berdiri dan berkata: cukup.
Implementasi versi 2:
Jika seseorang mencacimu sambil berkata “Aku mencintaimu” — kau tetap punya tiga opsi. Dan opsi terbaik adalah menyatakan batasmu dengan tegas.
──────────────
Sebab tidak ada niat baik yang sah jika cara menyampaikannya merusak martabat orang lain.
Niat baik tidak pernah membenarkan kekerasan. Cinta tidak pernah membenarkan penghinaan. Dan diam di sini bukanlah kesabaran — diam adalah pengkhianatan terhadap diri sendiri.
──────────────
Maka pilihlah opsi 1.
Selalu.
diamnya bukan berarti tak bersuara, kadang suara paling nyaring adalah pikirannya. merangkai logika, dengan rasa. dalam senyapnya ia tak pernah benar-benar sunyi
Kata: Yang Tetap Setia Menjadi Senjata
Aku dilatih berbicara sejak bayi, agar lidahku mengenal dunia. Namun di usia dewasa, aku justru lebih percaya pada sunyi. Sebab kata-kata terlalu ringkih, mudah menjelma duri, mudah berubah jadi dosa.
Lebih baik kusimpan riuh itu di tinta. Di sana, kata bisa kuperhalus, kuhapus, kutata ulang. Sementara suara, sekali meluncur, hanya menyisakan luka yang tak bisa ditarik kembali.
Dan lihatlah, betapa murahnya bicara di hadapan tiran. Seberbusa apapun lidah, tetap dianggap buzzer, atau dicap kanak-kanak yang tak tahu apa-apa.
Barangkali benar: diam itu emas. Tapi emas tak selalu suci, kadang ia berkarat dalam kegelapan.
Maka, Tuhan, izinkan aku memilih jalanku sendiri: berdiri di belakang, diam di keramaian, namun riuh dalam tulisan.
Karena aku percaya, saat pedang tumpul, hanya kata yang tetap setia menjadi senjata.
dinding kayu
aku berharap yang membatasi kita hanyalah dinding kayu. sehingga aku masih bisa menyampaikan pesan walau hanya lewat ketukan.
aku berharap yang membatasi kita hanyalah dinding kayu. sehingga aku masih bisa mengharap suara tetap terdengar.
aku berharap yang membatasi kita hanyalah dinding kayu. sehingga aku masih bisa menunggu waktu hingga semuanya lapuk.
tapi kamu sudah membangun dinding lain di balik sana.
Bersuara
Adalah seni yang melahirkan vokal dan konsonan² yang jelas untuk mencipta irama syahdu. Bukan, ini bukan tentang bernyanyi. Tapi perihal suara-suara kebaikan yang kian meredup.
Namun setelah ditelisik ke akar-akarnya, bukan suara kebaikan yang raib, hanya saja suara sumbang bernama kejahatan yang banyak kian memuncak, mengudara, hingga meluas bergema di angkara.
Tetap bersuara baik ya
~Faa
You can see exactly where i lost steam lol