Wasit Ridwan Pahala berusaha menghindari kejaran penonton, ofisial, pemain pada pertandingan pekan kesembilan Liga 2 2017 antara Persiba Bantul melawan PPSM Sakti Magelang , Senin (24/7/2017) di Stadion Sultan Agung Bantul. Kejadian hampir sama sempat dialami oleh Ridwan Pahala. Pada Minggu (16/10/2016) Kalteng Putra sempat melaporkan Ridwan Pahala, wasit yang memimpin jalannya laga Persepam MU vs Kalteng Putra. Wasit asal Bandung ini dinilai telah melanggar etik kewasitan yakni dengan melakuan perjamuan sebelum pertandingan. Pada lanjutan Divisi Utama 2012, Selasa (24/1/2012) Ridwan Pahala bahkan sempat pingsan di lapangan setelah terkena bogem mentah dari pemain Persih Tembilahan pada laga lanjutan Divisi Utama antara Persitema melawan Persih Tembilahan di Stadion Bumi Pala, Temanggung. Apapun yang sudah terjadi dan keputusan yang telah diambil, wasit Ridwan Pahala juga manusia. Mereka bukan Tuhan dan bisa melakukan kesalahan. Bagaimanapun wasit adalah satu pekerjaan yang paling sulit dan paling penuh tekanan. Meminjam pernyataan wasit botak asal Italia, Pierluigi Collina : "Salah satu masalah utama bagi banyak orang adalah momen mengambil keputusan. Ini hal yang tidak bisa diajarkan. Kesanggupan dan kemampuan untuk membuat keputusan di bawah tekanan yang hebat dan dalam waktu yang cepat adalah hal yang harus anda pelajari sendiri jika anda ingin menjadi, misalnya, seorang bos di perusahaan besar. Keputusan anda akan menjadi hal yang final dan mutlak. Tidak ada yang bisa mengubah keputusan yang anda ambil dengan cepat di bawah tekanan. Tidak ada yang lebih baik untuk mempelajari hal itu selain dengan menjadi seorang wasit." #sportsphotography #sportsphotographer #soccerplayer #footballplayer #referee #stories #footballstories #liga2_2017 #persibabantul #ppsmmagelang #storiesofreferee #matchrecord #footballadictive #soccerlover
















