"He's my... not so good descendant. Matius is- Matius is my own failure I feel like? I know he's a brando, we aren't kind I'm a defect in that area but, he's... almost worse than boreas or Adonis himself. I don't know what went wrong? Im at a loss for Matius as well as myself when I try to think of where his behaviors come from..."
Pengajaran Yesus Kristus mengenai akhir zaman di dalam Injil Matius 24 mempunyai referensi kepada apa yang akan terjadi setelah kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga. Pengajaran akhir zaman ini berkaitan dengan kejadian yang masih menunggu penggenapannya (fulfillment), yaitu kedatangan Tuhan kita yang kedua kali.
Banyak bagian dari Perjanjian Baru berbicara mengenai akhir zaman. Baik Yesus Kristus, Paulus dan juga rasul lainnya berbicara mengenai pentingnya penggenapan nubuat akhir zaman. Pengajaran mengenai akhir zaman begitu jelas di dalam Perjanjian Baru.
"In the New Testament, eschatology or teaching about the end times is directly connected to Christian ethics, or to put it on other way, the New Testament teaching about the end times is always directly tied to the daily living of the Christian life."
Dalam Perjanjian Baru pengajaran akhir zaman berkaitan langsung dengan etika kehidupan Kristen, dengan kata lain, pengajaran akhir zaman di dalam Perjanjian Baru selalu terkait dengan kehidupan Kristen kita sehari-hari. Pengertian kita mengenai akhir zaman sangatlah penting dalam hal motivasi kehidupan Kristen kita.
Matius 24 dimulai dengan Yesus yang mengatakan bahwa Bait Allah akan diruntuhkan, kemudian murid-murid-Nya bertanya, lalu Yesus menjelaskan kepada murid-murid apa yang akan terjadi di dunia ini dalam satu rentang waktu antara kedatangan-Nya yang pertama, kenaikan-Nya dan kedatangan-Nya yang kedua kali.
I. Orang Kristen Harus Menundukkan Pikirannya Kepada Kristus
Jawaban Yesus untuk pertanyaan para murid dimaksudkan untuk meluruskan pemikiran mereka, sekaligus juga mengajarkan mengenai akhir zaman. Para murid berpikir jika Yerusalem akan dihancurkan maka itu hanya berarti penghakiman dunia akan segera tiba, itu berarti bahwa Kerajaan Allah akan segera datang dan mereka akan memerintah bersama Dia. Itulah sebabnya mereka bertanya: "Kapan dan apa tanda kedatangan Tuhan dan kesudahan dunia." Para murid tidak memahami sepenuhnya apa yang Tuhan Yesus katakan mengenai Bait Allah yang akan runtuh. Sebab itu ini menjadi sebuah peringatan bagi kita bahwa tidak ada yang lebih penting dalam kehidupan Kristen yang sehat, selain sungguh-sungguh menundukkan pikiran kita kepada Kristus dan firman-Nya. Jika Tuhan tidak meluruskan pemikiran para murid, mereka akan kecewa dan putus asa menghadapi apa yang akan terjadi, yaitu masa yang sulit.
II. Bersiaplah, Permulaan Penderitaan
Bagian dari Mat. 24:4-14 merupakan jawaban Yesus atas pertanyaan para murid yang memberikan nasehat dan petunjuk yang sangat berkaitan dengan kehidupan mereka saat itu dan juga sangat relevan dengan kehidupan Kristen kita saat ini. Tema besarnya adalah semua orang Kristen harus bersiap-siap terhadap pertentangan (opposition) - bukan kemenangan - sampai kedatangan Kristus kembali.
Tanda di dalam Mat 24:4-12:
1. Perikop tersebut tidak memberitahukan bahwa kesudahannya sudah dekat. "Sebab semua harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya." Bagian ini tidak berbicara mengenai kedatangan kedua. Bertahun-tahun lalu pernah ada sebuah buku yang berjudul 88 Alasan Yesus Akan Datang di Tahun 1988, tapi tidak terjadi. Perikop ini berdiri berlawanan dengan pendapat yang demikian. Ini adalah permulaan menjelang zaman yang baru (ayat 8). Jadi akan ada satu periode dimana "bangsa akan bangkit melawan bangsa" (ayat 7) dan "Injil Kerajaan Allah akan diberitakan keseluruh dunia" (ayat 14).
2. Kehancuran Yerusalem tidak menjadi tanda kesudahan semuanya.
3. Kerajaan Allah tidak datang setelah Yerusalem hancur (dalam konteks konsumasi), sebaliknya akan ada kesusahan atau penderitaan. Orang Kristen akan menanggung segala kesusahan dan penderitaan, ada persekusi, ada kesusahan besar (tribulation) (ayat 9). Tuhan meminta para murid tidak berspekulasi menngenai kesudahan zaman dan tanda. Tuhan memberikan peringatan kepada mereka soal penyesatan (ayat 11). Ia memberikan nasehat kepada para murid untuk bertahan.
Namun, akan seperti apakah waktu diantara kedatangan-Nya yang kedua kali?
1. Gereja akan dirundung oleh mesias palsu (ayat 4 dan 5). Tiap gerenasi akan ada yang mengklaim sebagai mesias, apakah dia Sun Yung Moon, David Koresh atau Jim Jones. Di ayat 24 dan 25 ada peringatan mengenai mesias palsu. Dan jika Yesus yang adalah Mesias datang, itu akan jelas terlihat (ayat 30); tidak dapat terlewatkan.
2. Akan ada perang (ayat 6 dan 7), akan ada ketegangan dan konflik internasional. Akan ada kelaparan dan gempa; tapi semua ini baru permulaan zaman yang baru.
3. Orang percaya akan dibenci, dipersekusi dan dibunuh (ayat 9). Ini membalikkan apa yang para murid pikirkan mengenai harapan-harapan kemenangan.
4. Banyak yang murtad dan saling menghianati. Keadaan yang tidak sempurna diantara Kerajaan Allah.
5. Akan ada nabi palsu yang menyesatkan orang banyak (ayat 11) dan kedurhakaan dan kasih menjadi dingin (ayat 12).
Jadi gambarannya bukanlah kesempurnaan total dan kemenangan, seperti yang dibayangkan oleh para murid. Tuhan menginginkan kita bersiap-siap untuk segala kesulitan yang ada di depan. Ia memberikan nasihat:
1. Waspadalah jangan ada yang menyesatkan kamu (ayat 4). Jangan sibuk dengan tanda-tanda. Nabi palsu akan muncul bukan saja pada zaman itu, tetapi juga saat sekarang. Jadi berjaga-jagalah. Supaya kita tidak disesatkan kita harus mengetahui dan mengenal firman-Nya. Peringatan ini seharusnya membuat setiap orang Kristen mempelajari Alkitab dengan benar, sehingga tidak disesatkan.
2. Jangan gelisah, jangan takut, jangan putus asa (ayat 6). Jangan menjadi putus asa ketika melihat kejadian-kejadian besar yang terjadi.
3. Bertahanlah (ayat 13). Yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat. Tetapi ini tidak dimegerti sebagai suatu kondisi tertentu bagi keselamatan kita. Ini adalah dorongan untuk bertekun dan pengharapan dari Tuhan. Ia bermaksud mengatakan "Aku tahu bahwa ini adalah kesulitan, tetapi ada pengharapan di akhir kerja kerasmu." Mereka akan menerima mahkota kemuliaan dan berkat keselamatan yang penuh.
4. Injil Kerajaan Allah akan diberitakan ke seluruh dunia, kepada bangsa-bangsa (ayat 14). Jadi Tuhan mengatakan bahwa Ia akan menarik bangsa-bangsa kepada diri-Nya, sebelum Ia datang kembali. Orang-orang yang bukan Yahudi akan diberikan berita Injil, dan ini akan terjadi sebelum kedatangan-Nya kembali. Hal ini akan memakan banyak waktu, dan pekerjaan ini sudah dimulai saat Pentakosta, terus berlangsung sampai saat ini. Injil Kerajaan Allah telah dibawa ke dalam hati kita, hidup melalui pemerintahan Kristus, di buka dengan anugerah dan diterima melalui iman.
Hendaklah semua pemikiran kita mengenai akhir zaman diselaraskan dengan pengajaran firman yang jelas, seperti yang sudah disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Catatan: tulisan diatas disarikan dari transkrip khotbah "Jesus' Prophecy of the Conssumation of The Kingdom Part 1: The End Is Not Yet, Persevere" oleh Dr. Ligon Duncan.
21 September: Pesta St. Matius Rasul dan Penginjil. Mengajak kota bertobat dan mengikuti Yesus. #matius (di Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CFYHOXBhWhY/?igshid=3n25c610uavm
Semua nasehat dalam pemberitahuan yang Tuhan Yesus katakan adalah supaya kita bersiap-siap dengan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Jadi Tuhan Yesus memberitahukan murid-murid bahwa mereka bukan akan memerintah dengan segala kemegahan seperti yang mereka bayangkan, tetapi akan menghadapi penderitaan segera setelah kenaikan-Nya. Pesan besarnya adalah bertahan dan bertekun.
I. Pencobaan, Penderitaan Orang-Orang Kristen Sesuai Dengan Rencana Allah Yang Dinyatakan Dalam Firman-Nya
Perkataan Tuhan dalam ayat 15 mengenai pengepungan dan penghancuran Yerusalem adalah penggenapan dari nubuat. Ia mengatakan penyerbuan oleh Romawi yang akan terjadi sekitar 30 tahun setelah Ia mengatakannya dan ini merupakan penggenapan apa yang dikatakan oleh Daniel (juga mengenai antikristus yang akan datang sebelum Kristus yang menista Bait Allah). Yesus mengatakan bahwa kali ini nubuat tersebut akan dipenuhi saat penghancuran Yerusalem oleh tentara Romawi. Ia mengatakan ketika kamu melihat pasukan Romawi datang dan melihat bendera kerajaannya di tanah yang kudus, saat itulah penistaan sedang berlangsung oleh klaim manusia sebagai Allah (Kerajaan Romawi menyembah kaisar sebagai Tuhan). Orang-orang Yahudi membenci bendera kerjaan Romawi yang memproklamasikan kaisar sebagai Tuhan. Dan adalah penghujatan bagi mereka bila bendera kerajaan itu ada di tempat yang kudus. Apalagi bendera tersebut berada di Yerusalem. Akhirnya tempat itu dihancurkan oleh tangan-tangan yang najis (unclean). Secara khusus ini ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi.
Penderitaan yang dikatakan akan dialami oleh semua orang Kristen. Jika Alkitab mengatakan bahwa kita akan mengalami penderitaan, tetapi kita ternyata tidak mengalaminya, maka Alkitab salah. Namun, jika kita mengalami penderitaan, kita dapat melihat itu adalah pemenuhan dari apa yang dinyatakan oleh firman Tuhan yang dapat dipercaya. Segala masalah dan penderitaan kita membuktikan Tuhan yang dapat dipercaya.
Perikop dari Mat. 24:15-23 adalah penjelasan lebih lanjut dari ayat 3-14; ada sebuah pengulangan yang adalah umum di dalam nubuatan Alkitab, seperti juga pada nubuatan para nabi, tetapi ini bukanlah sekadar pengulangan. Tujuannya adalah memberikan pengajaran mengenai kebenaran yang lebih lanjut. Dalam konteks ayat 15-23, apa yang dapat kita pelajari adalah penderitaan dan kesusahaan adalah seturut dengan rencana Tuhan. Ia menyatakannya kepada kita supaya kita mendapatkan penguatan saat kesusahan besar.
II. Orang Kristen Harus Siap Untuk Menderita Bagi Kebenaran
Pada ayat 16-18 Tuhan Yesus memberikan peringatan supaya orang Kristen Yahudi, ketika melihat tentara Romawi mengepung Yerusalem, lari dan pergi menjauh dari Yerusalem. Saat kejadian pengepungan tersebut kota Yerusalem penuh dengan orang-orang Yahudi dari luar kota. Ini adalah perintah yang berlawanan dengan apa yang umumnya dipikirkan oleh orang Yahudi ketika terjadi serangan, mereka lari ke dalam kota Yerusalem untuk berlindung, tetapi Tuhan Yesus memberitahukan murid-murid untuk jangan masuk ke dalam kota dan pergi dari Yerusalem, karena Yerusalem akan dihancurkan oleh tentara Romawi.
Tuhan memakai peristiwa ini juga untuk memberitakan Injil ke segala wilayah (spread of the Gospel). Inilah bijaksana Tuhan yang menggunakan peristiwa itu untuk memberkati banyak orang sehingga mereka dapat mendengarkan Injil. Pesan lain dari perikop ini adalah meskipun telah diingatkan akan adanya kesusahan, bahkan juga aniaya, ada penegasan bahwa supaya mereka jangan mencari-cari masalah dan kesusahan, untuk itulah mereka harus lari dan meninggalkan Yerusalem, sehingga mereka dapat memberitakan Injil.
III. Orang Kristen Janganlah Kaget Dengan Intensitas Kesulitan dan Harus Berdoa Memohon Kekuatan dari Tuhan
Pada ayat 19-21, orang-orang percaya di Yerusalem akan menghadapi kesulitan besar dan diminta berdoa memohon kekuatan dari Tuhan untuk dapat menanggungnya. Tuhan berbicara mengenai penghancuran Yerusalem yang akan terjadi dan dialami oleh murid-murid (generasi mereka). Mereka harus memahami betapa dahsyatnya peristiwa ini. Tuhan memberikan pesan bahwa peristiwa ini akan menjadi situasi yang berat untuk ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui, setelah Ia juga memberikan pesan kiranya peristiwa itu juga bukan terjadi pada hari Sabat, karena tentu orang-orang Yahudi akan menolak untuk lari keluar dari kota, juga bukan terjadi pada musim dingin, karena di musim itu ada kesulitan yang lain yang datang dari alam disekitar wilayah tersebut; adanya kemungkinan terjadinya banjir/luapan air sehingga sulit untuk menyeberangi sungai. Sekali lagi kita diingatkan supaya kita tidak lengah dan terkejut dengan segala kesulitan, kesusahan dan penderitaan yang kita alami, karena inilah jalan yang Tuhan tunjukkan supaya kita bisa bertumbuh melalui ujian.
IV. Orang Kristen Harus Ingat bahwa Tuhan Peduli dan Memelihara Mereka
Pada ayat 22 Tuhan mengingatkan kepada orang-orang percaya di Yerusalem mengenai pemeliharaan-Nya atas orang-orang pilihan. Sejarawan Yahudi yang bernama Yosephus mengatakan tidak ada penghancuran yang seperti Yerusalem ketika pasukan Romawi menghancurkan kota itu. Ia mengatakan sekitar 4 sampai 5 juta orang Yahudi menjadi korban. Tuhan ingin kita mengetahui keadaan seperti itu yang begitu mengerikan tetapi Ia sekaligus juga memberikan batasan pada waktunya karena orang-orang pilihan yang Ia kasihi. Sebagai orang-orang percaya kita harus terus mengingat hal ini, bahwa Tuhan peduli pada kita dan Ia terus memelihara kita, supaya hal itu juga menguatkan kita.
V. Orang Kristen Harus Hati-Hati Agar Tidak Disesatkan
Pada ayat 23-24, Tuhan memberikan peringatan akan munculnya mesias-mesias dan nabi-nabi palsu. Secara khusus Ia mengingatkan para murid bahwa akan muncul banyak mesias palsu sebelum dan setelah kehancuran Yerusalem; hal ini tentu juga berlaku untuk setiap orang percaya di segala zaman. Tuhan mengatakan bahwa jika Juruselamat datang, pastilah akan diketahui dan tidak mungkin dilewatkan. Saat ini ada begitu banyak orang yang memberikan kepada kita Yesus Kristus yang berbeda dengan apa yang diajarkan dan dapat kita temukan di dalam Alkitab. Jika kita mengikuti yang seperti itu, kita tidak mengikuti Kristus seperti yang ada di Alkitab.
"We know from Jesus' own application that one of the practical purposes is to motivate us to endure, to not lose hope, to hang on, and to persevere to the end."
Catatan: tulisan di atas disarikan dari transkrip khotbah yang berjudul "Jesus' Prophecy of Consummation of the Kingdom Part 2: The Destruction of Jerusalem" oleh Dr. Ligon Duncan