"Sakit, ya, suka sama orang yang nggak suka sama kita.
Tapi, lebih sakit lagi kalo kita terus bersama orang yang nggak bisa kita miliki.
Sakit yang pertama, atau yang kedua?"
--Matt & Mou (Wulanfadi, 2017 : 86)
.
Adudududuh! Cerita tentang friendzone emang nggak ada habisnya, ya? Matt & Mou salah satunya.
.
Berteman sejak bayi, membuat Matt & Mou nggak bisa mengelak kalau masing-masing menyimpan rasa. Pilihan untuk mengungkapkan atau mempertahankan persahabatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi ditambah dengan konflik keluarga yang terjadi di antara mereka berdua.
.
Meskipun Matt & Mou masuk kategori novel teenlit, tapi saya betah menyelesaikan sampai tamat dan menjadi buku pertama yang saya selesaikan di tahun 2019. Ceritanya mengalir begitu saja dan tak jarang membuat insting saya menebak bagaimana akhir ceritanya--tapi ternyata saya salah. Wkwkw.
.
Salah satu kesalahan bagi Matt adalah menyanyikan lagu Lucky-nya Jason Mraz feat Colbie Coliat saat Mou ingin dihibur, lagu yang menurut Matt sangat memiliki makna terselubung.
.
"Lucky I'm love with my best friend.
Lucky to have been where I have been.
Lucky to be coming home again."
--Matt & Mou (Wulanfadi, 2017 : 116-117)
.
Huhuhuhuhu~~ 🎶
.
Yak! Panggilan kepada korban prenjon, dipersilakan bernyanyi bersama Matt. 🤗












