[REVIEW] May Who: Ketika Seorang “Gadis Setrum” Jatuh Cinta (Thailand, 2015)
Layar lebar Indonesia kembali kedatangan sebuah film menarik yang berasal dari Thailand awal bulan Oktober ini. Rilis pada 1 Oktober 2015, May Who, sebuah film komedi romantis khas negeri gajah putih yang disutradarai oleh Chayanop Boonprakob. Chayanop Boonprakob sendiri merupakan sutradara dari film remaja bergenre komedi romantis dari Thailand yang juga pernah booming di Indonesia pada tahun 2011, Suckseed. Menariknya lagi, May Who juga diprodusi oleh salah satu rumah produksi terkenal di Thailand, GTH, yang juga spesialis dalam memproduksi film komedi romantis lainnya, seperti ATM, Suckseed, Hello Stranger, I Fine.. Thank You Love You, dan Heart Attack.
May Who dibintangi oleh beberapa artis remaja Thailand sebagai pemeran utamanya, antara lain Bank - Thiti Mahayotaruk, Punpun - Sutatta Udomsilp, Tor - Thanapob Leeratanakachorn, dan Frung Narikun Ketprapakorn. Mungkin bagi kalian para penggemar film seri Thailand yang berjudul Hormomes, pastinya sudah tidak asing dengan nama-nama yang mengisi pemeran utama dalam film May Who tersebut, hehe
Sinopsis:
Berlatar di sebuah sekolah Jepang-Thailand, di mana pada sekolah tersebut seperti kehidupan anak remaja sekolahan pada umumnya, terdapat pembagian kelas-kelas tersendiri dalam pergaulannya. Mulai dari Atlit Sekolah, Pemandu Sorak, Kapten Tim, Tukang Bully, Kutu Buku,, Si Biasa Saja, hingga yang terdapat di kasta paling bawah adalah orang-orang yang bias dibilang tidak dianggap keberadaannya.
Pong (Bank – Thiti) merupakan seorang murid sekolahan yang tergolong ke dalam kelas “tidak dianggap” dalam pergaulan di sekolahnya. Pong yang ahli menggambar manga atau gambar 2 dimensi yang disertai dengan cerita sangat menikmati membuat gambar dan cerita tentang gadis yang ia sukai di sekolahnya. Namun sangat disayangkan, Pong hanya bisa berimajinasi dengan pensil dan kertas gambarnya dikarenakan gadis yang ia sukai tersebut adalah seorang kapten dari pendukung sekolahnya, yang notabene kelasnya berada jauh di atas Pong.
Di sekolah yang sama, May (Punpun – Sutatta) juga merupakan seorang dari kasta “tidak dianggap” di sekolahnya, dan juga diam-diam menyukai Fame (Tor – Thanapob), seorang Atlet serba bisa dan superstar yang digilai oleh para gadis-gadis di seluruh sekolah. May sendiri mempunyai masalah dan dilemma yang kurang lebih sama dengan Pong, lagi-lagi karena perbedaan kasta pergaulan.
May sendiri terlihat seperti gadis biasa dari luarnya, namun dia memiliki suatu keunikan. Keunikan tersebut adalah tubuh May sendiri yang dapat mengeluarkan sengatan listrik yang cukup kuat apabila detak jantungya sudah melebihi 120 bpm. Inilah salah satu alasan yang membuat May tidak bisa dekat dengan siapapun, termasuk dengan Fame yang sangat ia sukai.
Berawal dari sebuah peristiwa, kartun buatan Pong yang menceritakan tentang gadis pujaannya, Mink (Frung Narikun Ketprapakorn) tersebar ke seluruh sekolahan, dan memberikan kesan yang buruk bagi Pong dari para siswa seluruh sekolah. Pong yang mencaritahu siapa penyebab kejadian ini kemudian mengetahui bahwa kartun buatannya tersebar karena salah seorang siswi bernama May, siswi yang berada satu kelas dengan Mink. Karena banyaknya siswi yang bernama May di sekolahan tersebut, maka kemudian Pong memberi julukan May Nai (Mai Who) kepada May.
Pong yang terlibat konflik sementara dengan May kemudian secara tidak sengaja mengetahui rahasia May yang dapat mengeluarkan listrik tersebut. Ia kemudian berjanji tidak akan memberitahu rahasia tersebut asalkan May mau saling membantu satu sama lainnya untuk mendapatkan orang yang mereka sukai.
Dari situlah, keduanya kemudian saling bekerjasama dan bertukar pemikirang untuk mendapatkan orang yang mereka sukai. Tapi, lama kelamaan keduanya seperti terikat sendiri oleh usaha yang mereka lakukan bersama tersebut. Bagaimanakah kisah ini akan berakhir? Akankah mereka berhasil mendapatkan orang yang mereka sukai?
Komentar:
Kocak, lucu, menggelitik khas komedi romantis film remaja Thailand. Sepanjang film sukses membuat gw dan penonton lainnya di dalam studio tertawa terbahak-bahak karena lelucon yang dibuat dalam film ini. Kalau diibaratkan suatu rangkaian komedi, punch line yang ditampilkan dalam dialog komedinya bisa dibilang sangat sempurna. Ditambah lagi dengan scoring yang luar biasa, khas komedi romantis Thailand pada umumnya, menambah konyolnya lelucon yang ditampilkan.
Menyambung sedikit yang sudah disebutkan di akhir paragraph di atas, May Who sendiri memang memiliki keunggulan khasi komedi romantis Thailand, yaitu dari segi scoringnya. Mulai dari penempatan BGM yang pas pada setiap lelucon, hingga BGM syahdu yang membuat momen romantis dalam filmya menjadi lebih dapat kita rasakan maknanya.
Untuk jalan cerita dalam film May Who Sendiri, menurut gw sudah sangat baik. Porsi yang cukup antara romansa, komedi, konflik, dan juga tarik-ulur dalam filmnya membuat penonton bisa menikmati film yang berdurasi hampir 2 jam ini sampai akhir cerita. Oh ya, secara garis besar mungkin jalan ceritanya akan mengingatkan anda pada kisah Rogue di film X-Men, di mana dia tidak bisa menyentuh orang yang disukainya karena kekuatannya. May Who sendiri secara garis besar seperti itu, tapi tidak se-ekstrim Rogue di kisah X-Men, hehe.
Meyoroti dari segi acting sendiri, sebenarnya bagi gw gak ada catatan khusus dalam hal ini. Tiap cast dapat memerankan karakternya dengan sangat baik. Dan memang jujur saja, gw jadi gak terlalu perhatian dikarenakan Punpun yang memerankan May di film ini luar biasa cantiknya. Entah mungkin karena model rambutnya yang ‘gw banget’ atau mungkin karena sifat karakternya yang sedikit malu-malu, hingga Punpun benar-benar eye catching di film ini, bagi gw setidaknya, hehehe :p
Ada satu hal lagi yang bagi gw bisa menjadi nilai tambah dalam film ini, animasi yang ditampilkan. May Who sendiri memiliki suatu keunikan, di mana ada beberapa adegan yang ada di khayalan, ataupun di kartun yang dibuat oleh Pong kemudian dibuat menjadi suatu animasi 3 dimensi. Jujur gw jarang menemukan elemen ini dalam film-film yang pernah ditonton. Animasi yang ditampilkan sendiri sangat bagus, dan menjadi salah satu elemen yang unik untuk dinikmati dalam film ini.
Akhir tulisan, gw sangat merekomendasikan untuk menonton May Who di bioskop, terutama bagi kalian yang mencari hiburan. Film yang ringan, ditonton dengan santai, dan nikmati lelucon-lelucon yang ada di dalamnya. Niscaya pikiran anda akan segar setelah tertawa bersama-sama dengan teman atau orang lain yang menonton film ini bersamaan dengan anda. Udah bisa ditonton di bioskop Indonesia mulai dari tanggatl 7 Oktober 2015 kemaren. So? Tunggu apa lagi :D