Kamu pernah mencintaiku?
Aku pernah mencintaimu dengan baik. Dan dengan baik pula kamu pun pernah mencintaiku. Tanpa pernah kau memikirkanku apakah baik-baik saja atau tidak. Aku menanti hari yang tak pernah kunjung datang. Dan sering kali kamu mengunjungi mimpiku di tengah malam. Kita bermimpi tentang mimpi yang selalu ku panjatkan. Melalui hati tentang sebuah harapan. Untuk bisa bersamamu, bersama orang yang ku cintai. Sayangnya itu hanyalah mimpi.
Aku terbangun di serpihan debu jalanan, mendambakan terlalu merusak nalarku. Wanita begitu unik, mereka ingin kita mengerti bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya. Sudah jelas, memang kamu dan kalian lah yang akan menjadi yang tersalahkan.
Tersenyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah,lupakanlah kekhawatiranmu. Sakit yang kamu rasa itu tidak setara dengan bahagia yang akan kamu dapat. Dengan segera aku akan belajar untuk membuka hati ini untuk seseorang yang lain. Janganlah kita bandingkan orang yang mencintai kita dengan masa lalu kita. Hargai dia yang kini berusaha membuat kita bahagia.
Kini lebih baik aku sendiri yang akan mengubah hidupku, sebelum hidup yang mengubahku. Berhenti mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yang pantas dicintai. Untukmu dan untuknya ketika satu masa janji suci akan terikat. Maka itulah hadiah terindah untukmu yang bisa kau dapatkan.












