Bumi tak selalu baik, tapi kita selalu bisa berbuat baik untuk penduduk Bumi
Selamat datang 2023, semoga bukan tahun terakhirku di Bumi.


#dc comics#dc#batman#bruce wayne#dc fanart#tim drake#dick grayson#batfam#batfamily

seen from Maldives

seen from Russia

seen from Japan
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Japan
seen from United States

seen from Italy

seen from France
seen from China
seen from Czechia
seen from Italy

seen from Australia

seen from Japan
seen from United States
seen from Ukraine
seen from Ukraine
Bumi tak selalu baik, tapi kita selalu bisa berbuat baik untuk penduduk Bumi
Selamat datang 2023, semoga bukan tahun terakhirku di Bumi.
Pernah gak kamu ngerasa kalau kamu itu sebuah keberuntungan bagi orang lain. Tapi begitu kamu dekat dengan seseorang lantas hidup orang itu mulai berantakan dan banyak ditimpa musibah kamu berfikir "ah, semua kesialannya mungkin karena hadirnya aku di hidupnya, aku si pembawa sial dalam hidupnya".
Dan aku merasa seperti ini sekarang. Rasanya seperti sebuah pedang besar yang menembus jantungmu, sakit tapi tak berdarah.
Perempuan itu makhluk perasa. Dia tahu jika ada yang kamu sembunyikan, sehebat itu perempuan.
Jangan Menikah Karena Hal Ini
Tulisan kali ini saya peruntukkan untuk wanita-wanita yang masih sendiri karena Allah dan bingung menjawab pertanyaan keluarga di akhir tahun nanti.
Sekali lagi pertanyaan yang paling sulit jawabannya diutarakan ketika kumpul keluarga adalah persoalan menikah. Yup, coba bagaimana menjawab pertanyaan dari keluarga ibu atau ayah yang menyinggung soal pernikahan? Paling bener yah disenyumin walaupun balasan atas sedekah kita adalah "Makanya jangan kebanyakan milih. Nanti sendiri seumur hidup gak ada yang nemenin kamu, diledekin juga." Atau mungkin seperti ini, "Jangan terlalu mandiri makanya, laki-laki gak suka perempuan karena terlalu mandiri."
Yup, wajar, orang tua cemas. Tapi anehnya mereka kadang gak paham konsep menikah saat ini seperti apa. Mereka tak paham ada trauma kecil yang mungkin penyebab kenapa memilih masih sendiri. Ini bisa jadi referensi untuk menjawab pertanyaan seputar nikah nanti.
Pertama, jangan menikah karena semua teman telah menikah. Ini bukan lomba, siapa duluan dia pemenangnya. Jika menikah seperti ini, saya rasa pasangan hanya seperti trofi. Saat puas memamerkan trofi lambat laun rasa jenuh akan datang. Trofi kemenangan lomba hanya akan menjadi penghias di lemari.
Kedua, jangan menikah karena takut sendirian. Ingat, kita lahir gak berpasangan, gak ajak teman juga. Keluar dari rahim ibu sendiri. Ya pasti nanti matinya juga sendirian. Di alam kubur juga sendirian. Tenang saja selama kita baik sama saudara sekalipun gak ada pasangan, masih ada saudara yang akan mengurus pemakaman kita kelak. Selama kita baik sama manusia, masih akan ada yang mendoakan kita. Janji Allah, di Surga gak ada manusia yang tidak memiliki pasangan.
Ketiga, jangan menikah karena umur udah tua. Bertambah umur bukan berarti bertambah pengetahuan tentang komitmen yang lebih baik kan. Justru dengan bertambahnya umur semakin paham bahwasannya pasangan itu adalah rezki, dan jika di dunia Allah tak memberinya maka yakinlah Allah akan berikan di Surga kelak.
Jadi menikahnya gimana?
Menikahlah karena kamu menemukan seseorang yang ibadahnya lebih baik dibanding kamu (ingat sholat wajib itu adalah perintah yang diwajibkan oleh Allah sejak lahir jadi jangan tertipu dengan manusia yang sholat 5 waktu). Ibadah yang seperti apa? Lihat ibadah sunnah yang dia kerjakan. Puasanya, seberapa sering Al-Quran ia baca. Setelah ibadahnya, lihat akhlaknya. Bagaimana ia bersikap kepada orang lain, lihat bagaimana ketika dia marah, lihat bagaimana dia memandang dunia.
Menikahlah karena kamu merasa bahwa bersamanya kamu bisa menjadi sebaik-baik manusia. Bertambah ilmu agamanya, bertambah kejujurannya, bertambah rasa sabarnya, dan bermanfaat untuk orang lain (sedekah). Pastikan dia paham jenis sedekah apa saja. Tahu kepada siapa harus disedekahkan dalam Al-Quran terlebih dahulu. Dan paham bahwa bakti anak laki-laki memang seumur hidup untuk ibunya namun nafkah kepada keluarga tetap harus jalan (biar gak kayak yang di kajian ustad hanan itu loh).
Terakhir, menikahlah karena visi misi kalian dalam berkeluarga itu sejalan dan berdampingan. Artinya selalu searah dan tidak akan jauh dari satu sama lain.
Ah, terlalu panjang rasanya. Terakhir, menikahlah karena Allah, karena ada ridho yang kita inginkan dalam penyempurnaan setengah agama kita. Yang ketika kamu melihatnya bayangan surga bersamanya terlihat jelas.
Sekian dan mohon maaf bila Bumi ada salah.
Tak perlu iri...
Tangan yang ingin kau genggam saat ini mungkin bukan untukmu. Tangan yang kau jaga untuk-Nya selama bertahun-tahun, tak mungkin Allah berikan pada orang yang senang menggenggam yang tak halal baginya.
*Kalimat seperti ini semoga masih bisa menguatkanmu untuk tetap percaya, doamu didengarkan, namun kata Allah bukan saat ini.
Ibaratnya dandelion...
Saat tanah tempatmu berpijak mulai membuatmu mati, lebih baik hidup di tanah yang baru. Tapi, rumput disekitar akan rindu. Yang baik satu per satu pergi, si rumput liar yang mulai jatuh hati pun ikut sedih, barangkali belum sempat ia mengatakannya dandelion telah bertumbuh dengan mawar di tempat yabg lebih baik.
Ceritanya ku dengar dari hujan yang datang hari ini.
Butuh banyak semangat untuk melangkah menujumu. Dan hanya butuh satu kata untuk mematahkan semangat itu.
Ada yang selalu lupa ku sampaikan. Tentang betapa bahagianya aku saat melihatmu tersenyum bahagia dari kejauhan.