Jangan Menikah Karena Hal Ini
Tulisan kali ini saya peruntukkan untuk wanita-wanita yang masih sendiri karena Allah dan bingung menjawab pertanyaan keluarga di akhir tahun nanti.
Sekali lagi pertanyaan yang paling sulit jawabannya diutarakan ketika kumpul keluarga adalah persoalan menikah. Yup, coba bagaimana menjawab pertanyaan dari keluarga ibu atau ayah yang menyinggung soal pernikahan? Paling bener yah disenyumin walaupun balasan atas sedekah kita adalah "Makanya jangan kebanyakan milih. Nanti sendiri seumur hidup gak ada yang nemenin kamu, diledekin juga." Atau mungkin seperti ini, "Jangan terlalu mandiri makanya, laki-laki gak suka perempuan karena terlalu mandiri."
Yup, wajar, orang tua cemas. Tapi anehnya mereka kadang gak paham konsep menikah saat ini seperti apa. Mereka tak paham ada trauma kecil yang mungkin penyebab kenapa memilih masih sendiri. Ini bisa jadi referensi untuk menjawab pertanyaan seputar nikah nanti.
Pertama, jangan menikah karena semua teman telah menikah. Ini bukan lomba, siapa duluan dia pemenangnya. Jika menikah seperti ini, saya rasa pasangan hanya seperti trofi. Saat puas memamerkan trofi lambat laun rasa jenuh akan datang. Trofi kemenangan lomba hanya akan menjadi penghias di lemari.
Kedua, jangan menikah karena takut sendirian. Ingat, kita lahir gak berpasangan, gak ajak teman juga. Keluar dari rahim ibu sendiri. Ya pasti nanti matinya juga sendirian. Di alam kubur juga sendirian. Tenang saja selama kita baik sama saudara sekalipun gak ada pasangan, masih ada saudara yang akan mengurus pemakaman kita kelak. Selama kita baik sama manusia, masih akan ada yang mendoakan kita. Janji Allah, di Surga gak ada manusia yang tidak memiliki pasangan.
Ketiga, jangan menikah karena umur udah tua. Bertambah umur bukan berarti bertambah pengetahuan tentang komitmen yang lebih baik kan. Justru dengan bertambahnya umur semakin paham bahwasannya pasangan itu adalah rezki, dan jika di dunia Allah tak memberinya maka yakinlah Allah akan berikan di Surga kelak.
Menikahlah karena kamu menemukan seseorang yang ibadahnya lebih baik dibanding kamu (ingat sholat wajib itu adalah perintah yang diwajibkan oleh Allah sejak lahir jadi jangan tertipu dengan manusia yang sholat 5 waktu). Ibadah yang seperti apa? Lihat ibadah sunnah yang dia kerjakan. Puasanya, seberapa sering Al-Quran ia baca. Setelah ibadahnya, lihat akhlaknya. Bagaimana ia bersikap kepada orang lain, lihat bagaimana ketika dia marah, lihat bagaimana dia memandang dunia.
Menikahlah karena kamu merasa bahwa bersamanya kamu bisa menjadi sebaik-baik manusia. Bertambah ilmu agamanya, bertambah kejujurannya, bertambah rasa sabarnya, dan bermanfaat untuk orang lain (sedekah). Pastikan dia paham jenis sedekah apa saja. Tahu kepada siapa harus disedekahkan dalam Al-Quran terlebih dahulu. Dan paham bahwa bakti anak laki-laki memang seumur hidup untuk ibunya namun nafkah kepada keluarga tetap harus jalan (biar gak kayak yang di kajian ustad hanan itu loh).
Terakhir, menikahlah karena visi misi kalian dalam berkeluarga itu sejalan dan berdampingan. Artinya selalu searah dan tidak akan jauh dari satu sama lain.
Ah, terlalu panjang rasanya. Terakhir, menikahlah karena Allah, karena ada ridho yang kita inginkan dalam penyempurnaan setengah agama kita. Yang ketika kamu melihatnya bayangan surga bersamanya terlihat jelas.
Sekian dan mohon maaf bila Bumi ada salah.