Selepas #AksiDamai #SahabatMuslimRohingya 4/9/17 yg lalu, tiba-tiba Aqila menyeletuk begini: "Bunda, harusnya orang #Rohingya itu ditampung dan tinggal di #Meikarta aja, ya kan?" . LOL 😂 antara ketawa sekaligus meringis miris . Kalau dipikir-pikir ada benernya juga ya? Di Pulau Jawa ini akan dibangun sebuah kota satelit baru, yg konon peruntukkannya bukan untuk rakyat jelata 😂 Pertanyaannya, lalu untuk siapa? . Sementara di luar sana ada sekelompok bangsa yg terusir secara keji dari tanah airnya, terlunta-lunta mencari penghidupan, tertolak dimana-mana. Harus kemana mereka? . Yah, pemikiran anak kecil mah polos aja, sesuai fitrah kebaikan. Hatinya belum dibumbui kepentingan dan keserakahan. Mereka inginnya bahagia dan melihat orang lain juga bahagia. Kebaikan untuk semua . Andaikan seluruh manusia hatinya kembali ke fitrah, dunia ini pasti akan menjadi tempat yg baik. Tak ada Kapitalisme yg basis utamanya keserakahan hawa nafsu. Mengorbankan yg banyak dan menindas yg lemah, demi mencapai kepentingan golongan yg sedikit dan berkuasa. Ga pandang lagi walau cara kotor dan keji harus ditempuhnya . Malaikat pun tahu sejak awal penciptaan Nabi Adam, hawa nafsu liar Manusia bisa membuatnya lebih rendah dari hewan, ia akan berbuat kerusakan di muka bumi . Namun Allah lebih tahu apa yg mahluknya tak ketahui. Allah ciptakan manusia dg segala potensinya, yg bila mengikuti petunjuk dg sebaik-baiknya maka manusia pun bisa lebih mulia dari Malaikat. Sebab ia mampu menjalankan amanah sebagai Khalifah fil ardh, yg malaikat pun tak ditunjuk untuk mengembannya . Dan petunjuk itu telah turun di tengah-tengah manusia, risalah yg sempurna yaitu Islam . Islamlah yg akan mengembalikan manusia pada fitrahnya. Dan hanya dg Islam pula manusia bisa terjaga agar tak menyimpang dari fitrahnya . Islam suatu sistem kehidupan yg bila sempurna diterapkan, maka kebaikan akan tercurah pada semesta alam . Silakan memperdebatkan ataupun menolak sistem Khilafah Islam. Namun fakta yg akan berbicara sebagai bukti . Tanpa Islam, Kapitalisme lah yg berkuasa. Malaikat tau, kita pun tau, ini lah sistem berbasis keserakahan yg telah mendorong manusia berbuat kerusakan dimana-mana (at Grand Indonesia Shopping Town)