Saya sendiri kenal Polman Bandung karena kakak saya yang setahun lebih awal bersekolah di sana. Jika kakak saya tidak bersekolah di sana mungkin saya tidak akan pernah tahu Polman. Kampus ini adalah kampus yang tidak pernah ada di dalam doa saya, tak pernah sekalipun hadir dalam mimpi saya, tapi justru yang menjawab banyak doa dan mewujudkan banyak mimpi saya. Tsaahh ....
Sedikit tentang Polman, kampus ini benar-benar menyiapkan lulusannya untuk siap berkarir di dunia industri. Saya ulangi, ber-ka-rir! Jadi, bukan hanya tentang bekerja namun mencipta lapangan kerja. Kampus ini sangat ketat disiplin waktunya, disiplin sikapnya. Surat peringatan akan sangat mudah dilayangkan kepada mereka yang telat bahkan hanya lima menit. Tidak pernah ada kesempatan kedua bagi mereka yang berbuat curang seperti mencontek.
JURUSAN TEKNIK OTOMASI MANUFAKTUR DAN MEKATRONIKA
Saya alumnus Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika (Automation Engineering, AE) dari Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bandung. Polman adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang beralamatkan di Jalan Kanayakan No. 21 Dago, Bandung. Konon, politeknik pertama di Indonesia ini tidak familiar di telinga masyarakat, begitupun istilah mekatronika.
Kampus ini menyelenggarakan pendidikan jenjang diploma untuk empat jurusan teknik, yaitu Teknik Manufaktur (Mechanic Engineering, ME), Teknik Perancangan Manufaktur (Design Engineering, DE), Teknik Pengecoran Logam (Foundry Engineering, FE) dan Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika (Automation Engineering, AE).
Ketika hanya tersedia empat suguhan jurusan keteknikan, sebenarnya amat mudah bagi saya untuk memilih. Keempat jurusan tadi, saya kerucutkan menjadi dua, yaitu Design Engineering dan Automation Engineering dengan pertimbangan fisik. Menurut kakak saya, jurusan yang tidak terlalu berat secara fisik untuk perempuan adalah Design dan Automation. Pilihan pertama saya jatuhkan pada Automation (Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika) karena saya memang meminati ilmu matematika dan fisika. Mungkin alasan lainnya, karena saya tidak terlalu suka gambar-gambar yang kaku.
Mindset saya dulu adalah design akan melulu menggambar dan akan membosankan, tapi ternyata sekarang saya amat mengagumi orang-orang yang jago teknik gambar, betapa tidak mudahnya membuat sepotong gambar dan betapa beratnya mempertanggungjawabkan sepotong gambar.
Singkat cerita, saya diterima di jurusan AE dan menjalani hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan selama tiga tahun di kampus ini. Teknik Mekatronika, persis seperti akronimnya, mekanik-elektronik-informatika. Tiga bidang ilmu inilah yang mengisi tiga tahun saya di jenjang perkuliahan. Tiga tahun terbagi menjadi 3 semester belajar di Polman, 2 semester program praktik industri, 1 semester belajar di Polman lagi dan menyusun Proyek Akhir.
Semester pertama dan kedua, saya dikenalkan dan diajarkan dengan serba-serbi dasar. Dasar mekanik, saya belajar menggambar teknik mesin, membayangkan sebuah gambar tiga dimensi dari dua dimensinya tampak depan dan tampak samping. Lalu, dikenalkan pada permesinan dan belajar membuat suatu benda kerja dengan mengoperasikan beberapa mesin seperti, mesin frais, mesin bubut, mesin jig boring, kemudian kerja bangku seperti mengikir, menggergaji, mengetap, kemudian kerja pelat, menekuk pelat, memotong pelat, melubangi sana sini, sehingga terbentuk benda dari pelat, kemudian simulasi mengoperasikan mesin CNC—mesin frais atau mesin bubut atau bor yang beroperasi sesuai program (komputerisasi).
"Sikap kerja di bengkel, seperti keselamatan dan disiplin pada alat, adalah yang utama."
Masih di semester pertama dan kedua, saya belajar dasar informatika. Dari ilmu ini, saya bisa membuat aplikasi sederhana dan unik sesuai keinginan, seperti membuat kalkulator, membuat pembaca cincin resistor, membuat aplikasi database kelas, dan banyak hal lagi. Lalu ada dasar-dasar elektronika.
Pada pelajaran Arus Lemah saya belajar banyak komponen elektronika, resistor, kapasitor, induktor, cara kerja masing-masing komponen, sumber tegangan, power supply, function generator, cara merangkai, aplikasi rangkaian, dan pengambilan data.
Pada pelajaran Arus Kuat, saya belajar instalasi untuk menyalakan lampu, untuk menjalankan motor, dan sebagainya. Semua ini adalah ilmu yang sangat dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa jurusan ini--sederhana tapi sangat bermanfaat.
Selanjutnya, ada materi pneumatik, yaitu membuat suatu sistem otomasi dengan memanfaatkan angin sebagai sumber tenaganya. Atau hidrolik, yang persis seperti pneumatik namun memanfaatkan oli sebagai sumber tenaga.
Semester tiga, pelajaran mulai diperkecil ruang lingkupnya, selingkup nama jurusan: Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika. Saya mulai diajarkan lebih banyak tentang mengotomasikan sebuah sistem. Saya belajar mikrokontroler, yaitu bagaimana sebuah chip kita masukkan sebuah program berupa perintah untuk melakukan sesuatu. Kelak ilmu ini adalah dasar untuk membuat aneka robot.
Saya juga belajar tentang PLC (Programmable Logic Controller), yaitu bagaimana sebuah kumpulan relay yang dimasukkan sebuah program berupa perintah untuk dikerjakan oleh sebuah sistem. PLC sangat mudah ditemukan di industri-industri yang mengaplikasikan otomasi untuk mesin-mesinnya.
Semester empat sampai semester lima adalah saatnya para mahasiswa terjun ke industri sungguhan, melakukan program praktik industri atau yang akrab disebut magang. Tiap mahasiswa dipilihkan tempat magang yang berbeda-beda di industri terbaik yang menjadi relasi Polman. Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa mempunyai gambaran mengenai karir di industri dan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di kampus.
Semester enam adalah enam bulan terakhir bagi para mahasiswa. Masih dengan ilmu otomasi yang semakin dipadatkan, seperti robotika dan elektronika daya. Di tiga bulan terakhir saya mulai menyusun Proyek Akhir yang merupakan puncak dari studi di kampus ini . Proyek Akhir merupakan pembuktian bahwa semua ilmu sudah diterima dengan baik hingga Polman memberi pengakuan pada mahasiswanya dengan gelar Ahli Madya (A.Md). Ilmu dan pengalaman di jurusan Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika memberikan saya kesempatan yang luas untuk bekerja di industri apa saja, mulai dari industri manufaktur, otomotif, konstruksi, sampai oil & gas.
Jurusan Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika sangat cocok untuk teman-teman yang senang bermain dengan logika, untuk teman-teman yang hobi membuat proyek engineering sendiri, dan untuk teman-teman yang bercita terjun di dunia industri.
Tips saya agar teman-teman tidak galau, silakan merujuk pada rumus "diinginkan-dibutuhkan-disanggupi". Jika teman-teman kelak mendapat jurusan atau kampus yang tidak diinginkan, percayalah bahwa nantinya itu baik untuk teman-teman, dengan syarat "syukur-sabar-ikhlas".
Dhiya Hanifa Ustwatunhasanah | @putikisdhiya
Automation Engineering 2011, Polman