Manusia yang Belajar Adalah yang Senantiasa Memaafkan
Dalam kehidupan kita senantiasa belajar banyak hal, apapun itu. Ketika kita menginjak sekolah dasar, kita dihadapkan pada dunia baru, lingkungan baru. Ketika kita beranjak sekolah menengah, kita dihadapkan bagaimana sebuah perasaan itu benar ada, terkadang kekecewaan. Bahkan ketika duduk di bangku perkuliahan pun, kita dihadapkan berbagai macam hal yang kompleks. Perbedan pendapat, putusnya tali silaturahmi, hingga terpaksa pada suatu keadaan tertentu. Tapi semua itu adalah pembelajaran bagi kita untuk menemukan hal yang baru. Pengalaman baru. Langkah baru. Sampai kapan kita mau muring-muringan terhadap musibah yang sudah terlanjur terjadi. Sampai kapan kita mau mengeluh dari apa yang sudah menimpa diri kita. Jadikan semua itu adalah proses pembelajaran, proses pendewasaan. Dan tidak lupa untuk memaafkan diri sendiri, baik orang lain. Karena hakikatnya, manusia yang belajar adalah senantiasa memaafkan












