Merubah janji
setiap kita memang punya skala prioritasnya masing-masing. benar, saya pun punya prioritas yang harus saya dahulukan. janji yang pertama kali adalah yang harus didahulukan dan tidak boleh diganggu gugat, kemudian disusul dengan janji-janji selanjutnya. sekiranya memang tidak bisa ditepati, minimal sebelumnya harus dikasih aba-aba terlebih dahulu. karena perjanjian tidak hanya terdiri dari satu orang saja. Kita tidak pernah tau dibalik seseorang membuat janji atau menyanggupi suatu perjanjian, barangkali ada perjanjian lain yang di korbankan untuk dibatalkan. Minimal untuk merubah perjanjian, jangan detik-detik mendekati hari H misalnya. kecuali memang dalam keadaan mendesak dan benar-benar genting.
karena memang sangat mengecewakan, ketika sedang berada diperjalan tiba-tiba membatalkan perjanjian.
”terus aing kudu apa?”





