Choosing a man to be with
I’m not good at making a friend with boys or man, but I have some criteria to be closer with someone. I just falling to the man two times in these 25 years of my life.
Yaudeh gitu lah pokoknya yha, yang pertama ini bisa dikata cinta monyet mungkin. Kan itu pas kelas 2 SMA, tp masalahnya lama juga sih pacaran ampe semester 4an di kuliah, jadi it was been 3 years. Tapi kalo dikata cinta monyet kok lama juga yha? Nah aku dulu interest sama doi karena pertama dia populer, secara dulu anak SMA ababil-alay gitu sukanya sama cowok yang populer. Dia anak futsal inti sekolah yang sering dikirim kemana mana buat lomba, dan dia banyak banget temen kakak kelas yang bad boy gitu lah, jadi tertarik aja, tapi dia ngga bad boy banget kok palingan cuma sekedar bolos mapel (seminggu cuma ikut 3 mapel doang-yaelah itu mah sama aja banyak bolosnya chris). Kedua, aku ngerasa dia hebat dalam beberapa hal terutama olahraga badminton, basket, sepakbola, and so on (he is not diligent at all). Nah terus pas mau masuk kuliah dia tu ngga ada kepikiran milih jurusan teknik sedangkan aku anak yang mikirnya cowok itu harus teknik, mungkin karena background ayah aku juga teknik sih. Dia malah milih masuk FIA (Fakultas Ilmu Administrasi) di UB dimana itu tuh jurusan yg menurut aku cewek banget, ya pokoknya ngga cowok-able banget lah, tapi dia ngga diambil sih yg di UB tapi ngambil di IPB ttg Agricultural kelapa sawit gitu deh pokoknya yg kerjasama sama SinarMas Group, yang abis selesai D3 langsung dapet kerja di kebon sawit. Antara seneng karena cowok udah mapan, dan jelas bakalan dapet kerja sama antara bingung juga he is not man that I want to be with karena jalan hidup yang dia pilih. Disisi lain aku ngga mau lah pacaran cuma pacaran, I’m not typical of playgirl yet, aku bingung dan ngga sanggup kalau bakalan beneran hidup sama dia, hidup di hutan, di kalamantan/sumatra, ngga di Jawa jauh dari ortu, dan dia tidak pernah memikirkan karir dan mimpiku, yang dia mau adalah aku harus selalu bersamanya. I dream a lot for staying overseas to continue my study, but for him it doesn’t make sense.I think that is not him. Dia bilang kalau aku seharusnya nemenin dia di tempat kerjanya, udah ada rumah, dan sebagainya. That is not life that I always dream of. Not that man I thought, this is not right if I stay to keep him. Berakhirlah cerita aku sama dia karena menurutku dia bukan orang yang bisa membantuku mewujudkan impian aku. I am not said he is bad, I said he is not able to help build my dreams, maybe because we are not on the same way.
The second man, I found him in the middle of my confusion due to brook up with my ex. The second times I fall in love with someone because he is famous haha. He has sense of humor, not a little but a lot, it’s easy to make me fall in love obviously. He is an engineer, my classmate in the college, he is not smart like others engineer, but I’m pretty sure he is very diligent and loyal, stay on what they got, also having a responsibility. He is a warm-hearted man tho. Aku ngga ngerti kenapa bisa bertahan hampir 4 tahun ini dan bahkan merencanakan mimpi-mimpi kita, bahkan sudah merencanakan sesuatu yang completely serious. Padahal entah berapa kali aku ingin menyerah akibat ulahnya (yaiyalah ulah dia, cewek mah bener teruuus). Alasan yang pernah aku pengen ninggalin dia adalah karena dia ngga begitu bagus di kuliah, IPK yang yaaa begitulah, pelajaran akademik yang molor, KKNP ngga kunjung usai, sampai skripsi yang tak kunjung dia selesaikan pun menjadi berbagai alasan yang memicu ku untuk meninggalkannya. Tapi dia berjanji, kalau akan lulus dengan cepat ngga akan lebih dari 4,5 taun. And he completely did. He able being an engineer in my graduation. Proud of you. Lagi, sebagai cewek yang memiliki pacar dengan umur yang sama, pasti akan segera ingin si cowok cepet dapet kerja, ngga lontang lantung nge job-seeker. Dulu aku sangat suka sekali marah2 karena dia belum juga dapet kerja, sering banget ngeburu-buru buat daftar ini dan itu, pokoknya ak sering bete lah karena dia pengangguran. Aku juga pengangguran waktu itu, tapi aku mengambil magang untuk mendapatkan pocket money, dia pun aku minta juga buat magang aja, tapi dia bilang, “Sayang, kalau aku magang, aku bakalan lebih sulit lagi buat ikut tes kerja, aku sungguh-sungguh kok nyari kerja, aku beneran daftarin semua yang ada, aku pasti bakal dapet kerja secepatnya, kamu doain aku, jangan marah-marah terus”. And he did well guys! ngga lama dari dia wisuda, dia pun diterima di sebuah perusahaan BUMN dimana kebanyakan orang mencari (exclude me) and I’m prouf of him. Dia memintaku bersabar untuk melihatnya bangga terhadap dirinya sendiri. The most important thing that I love him so much is he always cares with my dreams, he support me to make it happen, he gives me a chance to overtake what I want.
For me loves is cares each others, cares about their dreams, both of their dreams, not only man who able to make it, but woman tho. Found yours!







