Terima Kasih
Bukan untukmu.
Kepada:
Puing-puing lelah
Bilangan terbelah
Emosi yang tertelaah
Bibir indah terekah
Intuisi maha megah
Padamu semua itu dianugerahkan
Padaku semuanya kau limpahkan
Aku Terima
atas Kasih mu.

seen from China
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from Albania

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Sweden
seen from Brazil

seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia
Terima Kasih
Bukan untukmu.
Kepada:
Puing-puing lelah
Bilangan terbelah
Emosi yang tertelaah
Bibir indah terekah
Intuisi maha megah
Padamu semua itu dianugerahkan
Padaku semuanya kau limpahkan
Aku Terima
atas Kasih mu.
IA
Sebelum dan sebelumnya lagi
Pada masa-masa lalu yang lama
Begitu banyak titik-titik
Dan semua titik
Memberatkan diri pada pengharapan,
Kemarinku, kemarau.
Parau riakan kebencian
Makin samar makin memudar
Dikaburkan oleh sebuah keagungan
Memberikan semua nya ia
Dan aku pun larut
Memberikan semua ku
Disertai sepuluhjuta kerumitannya.
Berdiriku tak pernah setegap ini
Bila penopangnya bukan sang perkasa
Lariku tak mungkin sejauh ini
Apabila yang ku tuju bukan si bijaksana
Matiku pun akan bisa sebahagia ini.
Antara ia dan iya nya.
Hari ini
Kamu tegas tuntas terangkan
Tentang apa-apa yang beralasan
Diterjangi pernak-pernik kebimbangan
Tertimbang segala segan.
Tak hendak terisaukan
Bagimu, tentang semua ku
Sebab-sebab berikut alibi
Teranggap sebagai nol.
Hendak ku kupasi segala cerita
Tiada berdaya justru terpadu
Kuputusi agar pelan
Kemudian kuhabisi kemudian.
Sabar dan sabarlah
Siap juga,
Sang penggerutu sedang termangu,
Mengunggu.
Marahlah, Tuanku.
Tuan sedang tak berbelas kasih
Mengelirui ku dalam sejarah
Bernadakan pengumpatan fasih
Menghardik dalam balutan amarah
Terang saja,
Kepatuhan amatlah mahal
Aku hilang akal dan mental
Demi menjiwai kebodohan fatal
Ku tinggalkan keseluruhan hal
Menariknya,
Tak melulu tuan menjadi guru
Dari apa-siapa aku mengapa
Entah iya atau keliru
Bayarannya, aku saja
Mungkin,
Relamu tak kau kerahkan
Sebenar-benar kecewamu menyembunyi
Merasa kau dapat terimakan
Perbedaan langkah yang ku yakini
Maafkan aku, tuan!
Aku memang kurang ajar.
Jatuh
Terlanda kebisingan
Akan lagu-laguan harapan
Diinginkan
Diyakinkan,
Dijanjikan,
Ditangguhkan,
Begitu, pinta keadaan.
Yang duduk hendak didirikan
Yang berdiri hendak ditiduri
Yang tidur hendak dijatuhkan
Yang jatuh tambah dijatuhi.
Tergucang perlahan, tapi terus
Siapa yang kuat, dia yang laknat
Siapa yang mangkir, pergi terasing
Bila pun mau, itu berarti tidak
Hanya satu, dan itu harus
Jalani jatuhmu.
Tupai Liar
Tidak sama-sama sepenuh hati
Kemudian saling memaksakan diri
"Saling mencintai ... !!"
Seru keduanya.
Memaksakan biasa menjadi bisa
Menimbun rangkaian ketidakwajaran
Menampik petuah nenek moyangnya
Meragukan kekelaman silam
Diganti dengan
Mengkalimatkan keadaan
seperti bayangan kebahagiaan
Hufftt..
Bahkan tupai liar pun paham
Sebenar-benarnya keadaan
adalah kamu sedang dicampakkan.