Kepada: Seorang laki-laki
Aku ingin menikahi isi kepala banyak orang, tetapi aku lebih senang untuk menikahi seluruh isi kepalamu.
1
Karena di dalamnya, aku menemukan rumah yang aman bagi isi kepalaku.
2
Di dalamnya juga, aku merasa bebas, dan tidak sekali pun aku menemukan penjara pada sudut-sudutnya.
3
Isi kepalamu adalah sperma dari sel telur isi kepalaku,
yang akan melahirkan anak-anak kita (anak-anak Pram) yang dari kandungan sudah adil sejak dalam pikiran.
4
Isi kepalamu membuatku yakin bahwa hidup ternyata masih masuk akal,
dan membuatku sadar bahwa di dunia, memang ada beberapa hal yang tidak masuk akal.
(Tapi itu tidak apa, karena kita tidak perlu pusing-pusing memikirkannya)
Aku janji jika isi kepala kita menikah,
1
aku tidak akan memintamu hal-hal yang tidak masuk akal seperti minta dipasangkan langit Praha di atap rumah,
atau aurora borealis Reykjavik di langit-langit kamar tidur kita.
2
Aku juga tidak akan meminta diambilkan bintang Sirius atau bulan Pandora, atau meminta karpet-karpet kita ditumbuhi rumput Selandia Baru.
3
Aku juga tidak akan meminta untuk dibelikan laut Maladewa, dihadiahi gunung Alpen, atau dibawakan salju-salju Alaska.
Karena isi kepalaku sudah cukup menemukan semestanya: isi kepalamu.
Aku hanya ingin isi kepala kita sama-sama jatuh, lalu cinta.
1
Isi kepalaku hanya ingin menenggelamkan malam bersama isi kepalamu lalu menerbitkan pagi, dan menyeduh senja sampai umur kita benar-benar senja, atau berdebat mengenai mana yang lebih banyak: bintang-bintang di galaksi Bimasakti atau butir pasir pantai di Bali?
2
Jangan marah ya, tapi aku tidak terlalu tertarik dengan isi celanamu, karena dalamnya hanya itu-itu saja. Sedangkan isi kepalamu tidak pernah ada habisnya, ia selalu ada-ada saja.
1
Maukah kau menikahi isi kepalaku juga?
Salsa, 24 Desember 2016 02:20
Terinspirasi dari Bhagavad Sambadha dan Zulika Citraning & sebuah puisi