to you (part 2)
Yang menjelma hujan sore ini, Sungguh Ia begitu mahir memainkan perannya, berbuat sesuka hati tanpa menyadari tanah semakin basah, dan cinta semakin dalam yang tentu hanya berlalu untukku saja.
Aku selalu ingin berteriak atas perih yang tak terdefinisi-kan karena apa, tersebab apa. Ingin rasanya aku mencintai ini pura-pura saja, namun aku tak pernah bisa berpura-pura.
Satu detik hingga satu titik rumpun aksara tak cukup untuk menggambarkan kacau-ku saat ini, entah apa yang harus ku tempuh, the choice is hard. Membiarkan nya hilang namun hatiku jauh menggapai ikhlas, melanjutkannya namun hatiku takut melewati batas.
Pulau Jawa, 28 Desember 2018








