Insan Yang Terlupakan
Ya Tuhan, aku hanyalah batu yang menjadi saksi pijakan dan merekam semua yang sudah terjadi di kota ini. Pahala dan dosa dua insan yang pernah berlinang tinta asmara, yang sekarang menguap bersama lembaran baru di masing-masing dua insan. Tuhan, kini batu keras dan kuat sudah terlapukkan waktu, sudah Kau atur sedemikian rupa. Harapan besar masing-masing insan mengukir di batu yang baru dan kokoh. Semoga dua insan tidak melupakan apa yang tersisa dari Kota Mentaya, tempat mereka dilahirkan dan tempat dimana mereka pernah menggoreskan tinta asmara selama 7 tahun lamanya. Semoga mereka bahagia dengan lembaran baru mereka.
-Batutua











