Yang sedang bangkit dan menata kembali, membuka mata berusaha merapikan kurikulum mendidik diri sendiri.
Entah berapa banyak kejadian besar penuh hikmah yang selama ini sudah kau lalui dan lewati. Berat sesak yang kau jalani. Tawa menyenangkan yang kau rasakan. Damai dan tenang yang menghampiri.
Selalu berterima kasih kepada Allah.. Sebab Ia selalu mau membawamu kembali ke ruang ini.. Selalu mau mengajakmu kembali khusyuk dalam sujud.. Selalu mau menarikmu untuk bersemangat mencari ilmu..
Selalulah berterima kasih, agar umur kebaikan yang kita rawat mampu menemani tubuh kita hingga tua nanti.. Hingga ruh tak lagi bertahtakan di jasad kecilmu ini..
Kemudian, berterima kasihlah pada dirimu yang selalu meminta-Nya untuk menuntun dan membimbing. Dan menyediakan ruang untuk menerima didikan-Nya bagaimanapun bentuknya.
Berterima kasihlah pada jiwamu yang selalu mengharapkan kebaikan untuk apapun, dirimu, orang-orang yang kau sayangi, agamamu, generasimu, bangsamu, apapun yang rasanya sangat ingin kau benahi.
Semoga langkah kecil -atau bahkan menyeret kaki- mu selalu dalam jalan itu, tidak peduli harus jatuh berapa kali, semoga selalu dalam poros kebaikan, berputar di sana, hingga mati di atasnya.
Didik selalu dirimu dengan kebiasaan - kebiasaan baik yang akan sulit dibentuk jika baru dimulai kemudian hari. Tata kembali ribuan sibuk yang akan menghampiri. Sekali lagi, minta selalu Allah temani..
Ikhlaskan hatimu.. Peluklah ketulusan.. Mintalah ketangguhan..
Jangan silau dengan apa-apa yang telah kau gapai, sungguh ia belum cukup untuk membayar surga-Nya, teruslah beramal, teruslah berbuat.
Jangan pernah meninggi merasa kau lebih baik dari siapapun, karena lelah tangis yang selama ini menghiasi, sungguh akan sia - sia dengan sekecil biji dzarrah saja kesombongan..
Sekali lagi, hai diriku..
Diriku yang sangat aku sayangi ini.. Yang aku tidak mau engkau disentuh dengan panasnya api.. Selalulah minta Allah untuk temani..
Kairo, 10.18 CLT. 28 Maret 2025 - 28 Ramadan 1446.