Allah sebaik itu kepada kita...
Ada luka yang tak pernah sempat kita ceritakan.
Ada air mata yang jatuh diam-diam, tanpa seorang pun tahu penyebabnya.
Ada malam-malam panjang yang kita lewati sambil tersenyum di hadapan manusia, padahal hati sedang hancur berkeping-keping.
Sebelum bibirmu mengucapkan doa, Dia telah mengetahui kegelisahan yang berputar di dadamu.
Sebelum air matamu jatuh, Dia telah menghitung setiap sesaknya napasmu.
Bahkan ketika semua manusia salah memahami dirimu, Allah tidak pernah salah memahami isi hatimu.
Betapa sering kita mengetuk pintu manusia hingga hati kecewa.
Padahal ada Pintu yang tidak pernah tertutup.
Betapa sering kita mengemis pengertian kepada makhluk.
Padahal Rabb semesta alam telah memahami kita tanpa perlu satu kata pun.
Dalam tasawuf dikatakan, salah satu tanda hati mulai mengenal Allah adalah ketika kebutuhan untuk dimengerti manusia mulai gugur. Bukan karena hatinya tak lagi terluka, tetapi karena ia telah menemukan tempat pulang yang tak pernah menghakimi.
Menangislah jika memang ingin menangis.
Tetapi biarkan air matamu lebih dahulu jatuh di hadapan Allah daripada di hadapan manusia.
Karena manusia hanya mendengar ceritamu.
Sedangkan Allah mengetahui luka yang bahkan tak sanggup kau ceritakan.
Dan kelak, engkau akan mengerti...
Bahwa bukan manusia yang paling setia mendengarkanmu.
Melainkan Allah yang tidak pernah meninggalkanmu, bahkan ketika seluruh dunia perlahan menjauh darimu.
"Ya Allah, jika dunia tidak lagi memiliki ruang untuk memahami kami, cukuplah Engkau menjadi tempat kami kembali. Sebab hati yang mengenal-Mu tidak akan pernah benar-benar merasa sendirian."