Bukan tulisan motivasi, ini hanya deskripsi ketahananku
Terlalu sibuk melihat diri sendiri sampai lupa bahwa ada yang harus lebih diperhatikan. Memang penting peduli pada diri, tetapi aku sering terlalu fokus pada diriku sendiri hingga lupa memperhatikan orang-orang di sekeliling, terutama keluarga—suami dan anak.
Kami dianugerahi anak berkebutuhan khusus. Karena keterbatasan biaya, aku mengajarkannya sendiri, meski sering merasa tidak cukup mampu. Kesehatanku mudah drop, emosiku tidak stabil, sampai akhirnya aku harus datang ke psikiater.
Masalah ekonomi sangat berpengaruh, tapi aku tetap mencoba bertahan dengan caraku sendiri. Menulis, membaca, mewarnai, memasak, menonton, bermain gim. Tidak semuanya menyembuhkan. Yang benar-benar meluruhkan hanyalah pikiranku sendiri.
Mungkin belum waktunya segalanya terasa ringan.
Namun hari ini, aku masih memilih untuk bertahan.













