Aku ingin menulis sebuah puisi bersimbah luka hunusan pengkhianatan, hasil dari buah bibir retorika candu. Namun sayang, kata-katanya tidak bisa tertuliskan seutuhnya.. Hanya mampu segini saja. Ya! Bajingan memang. Terlalu dalam - Menyedihkan. Kembali berdiam diri Takut untuk melangkah kembali Hingga ketakutan ini jenuh lagi.











