Belajar Mengemudi Mobil Manual Day 7 (Parkir)
Hari ini jam set 12 siang, review keliling kota sebentar sebelum mulai materi baru: parkir. Saya kira pertemuan hari ini akan mengulang materi mundur kemarin. Ternyata pelatih menganggap sudah cukup dan bisa lanjut materi baru. Lagi pula parkir juga meliputi mundur. Jadi langsung 2 in 1. Ya mundur ya parkir juga. Parkir dimana? Kalau kursusan biasanya parkir di tongkat yang disusun. Kalau saya langsung parkir di tempat paling ramai se kota malang. Yaitu pasar besar. Huahaha. Siapa takut? Namanya juga belajar berkendara harus punya mental baja sekaligus nekat tapi tetap hati-hati. Sebelum ke pasar, pelatih menjelaskan teori cara parkir dulu. Diiringi dengan teriakan baby O saya coba memahami. Entah mengapa hari ini baby o agak berisik. Teori parkir mobil 1. Jalan pelan mepet parkiran. Cari ruang kosong yg proper. Atau tunggu tukang parkir bantuin. 2. Sejajarkan lampu kiri depan mobil dengan mobil sebelah kiri 3. putar setir ke kanan maksimal, maju 4. lihat spion kiri. Pastikan lampu mobil sebelah yang tadi kelihatan di ujung spion 5. putar setir ke kiri maksimal, mundur. 6. jika posisi mobil sudah lurus, segera luruskan setir mobil 7. mundur, masuk, aman. Sounds difficult ya? Tapi kalau sudah menguasai materi sebelumnya InsyAllah aman. Okay langsung ke pengalaman saya parkir aja yah. Cuss. Percobaan pertama. Dapat tempat parkir. Langsung saya menerapkan teori yang dijelaskan pelatih tadi. Tapi tukang parkirnya minta saya maju ke depan lagi walau lampu depan mobil sebelah sudah kelihatan di spion. Ya sudah saya nurut. Pas mundur jadi tidak pas. Saya disuruh maju lagi dan mundur lagi. Gagal deh menerapkan teori dari pelatih. Beruntung tukang parkirnya sabar menunggu saya mindahin gigi karena agak beratttt gigi mundur ituh. Thank you pak parkir. Percobaan kedua. Setelah ambil napas, saya maju keluar setengah badan mobil. Putar setir ke kiri maksimal dan bayar uang 3000 rupiah. Lanjut cari tempat parkir kosong lagi. Ada dekat, di deretan tempat parkir pertama. Tapi rupanya tukang parkirnya agak kurang ramah jika dibandingkan dengan yang pertama tadi. Dia sempat nyeletuk, “baru bisa nyetir yo mba?”. Tambah bikin saya grogi saja pakkk. Duhh jalanan tambah macet, tambah nyaring bunyi orang klakson. Apalagi tukang parkir nyuruh maju-mundur-maju-mundur, mesin mati pula. Hah. Semakin ndedeg lah saya. Parkir pun terasa lama kok ga selesai-selesai. Begitu aman sudah di dalam, aman. Ambil nafas panjang dan minum abis segelas.
Percobaan ketiga.
Yang terakhir ini lebih mudah daripada yang pertama dan kedua karena parkir maju. Relatif lebih mudah. Caranya tinggal cari parkiran yang kosong, belokkan maksimal, berhenti. Mundurnya perlahan angkat kopling gigi mundur. Putar setir maksimal, dan jalan. Lebih nyaman parkir masuk serong ini deh.
Lanjut pulang. Rasanya kaki saya sudah lemas tak bertenaga. Besok dan lusa off libur dulu ada hujan dan mau meringankan syaraf yang tegang akibat materi parkir yang sulit hari ini. Tapi alhamdulillah ilmu baru. Oiya gara2 saking lemasnya saya, pulangnya sempat mati mesin 2x di jalan besar setelah nyoba gigi 3 dan kecepatan penuh. Tidak sempat turun gigi sudah di stop sama tukang nyebrangin mobil yang putar balik. Untungnya sopir yang putar balik sabar dan tidak klakson yang bikin saya tambah pusing. Hihi.












