Semua yang terjadi kemarin
Jadikan aku yang hari ini
Terdengar tidaknya kata maaf
Pertama dengar lagu ini biasa saja, hingga suatu hari saya baca ulasannya di salah satu platform berbagi musik dan membaca maknanya. Duh ternyata makjleb.
Tiba-tiba teringat segala "luka" yang terlanjur tersayat dalam diri dan jiwa kita. Luka yang tertinggal dari kejadian-kejadian di masa lalu yang nggak semua berjalan mulus seperti harapan kita.
Lalu saya sadar, setiap sayatan itu sejatinya masih sering terasa perihnya hingga kini. Dan melalui lagu ini saya paham, ada yang belum "selesai" dengan diri saya di masa lalu.
Di salah satu komentar netizen ada saran yang sangat membantu dan coba saya terapkan. Mari berdamai dengan diri kita di masa lalu. Mari maafkan diri kita atas segala hal yang terjadi di saat itu. Mari rangkul diri kita yang sedang tidak baik-baik saja saat itu. Meyakinkan "dia" bahwa ternyata ke depannya dia mampu menghadapi dan semua akan baik-baik saja.
Maka dalam dunia imaji saya putuskan untuk melakukan perjalanan lintas waktu. Mendatangi satu persatu "diri" yang terjatuh saat itu. Dan saya dalam baju putih biru, putih abu-abu, dan kilasan masa lalu muncul satu persatu.
Saya putuskan mendatangi mereka. Menatap hangat tatapan sendu mereka. Membayangkan mengelus rambutnya, dan memeluk dengan pelukan terhangat. Mengirimkan segenap energi positif kepadanya dan berkata "Kamu nggak sendirian. Aku tau yang kamu rasakan. Semua akan baik-baik saja. Percayalah sesakit apapun itu kamu akan bisa bertahan."
Percaya atau tidak setelah melakukan "perjalanan" tersebut rasanya ada suatu perasaan ringan yang menyelimuti segenap jiwa. Ternyata selega ini "menerima" diri kita yang tak sempurna.