Lailatul Qadar (?)
Walau bukan dengan sujud yang panjang atau lantunan merdu ayat suci Alquran, semoga malam Lailatul Qadar tetap bisa saya dapatkan dengan jalan membersamai mereka dan memastikan mereka aman serta nyaman setiap malam. Aamiin...
cherry valley forever

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
No title available
todays bird
Not today Justin
we're not kids anymore.
noise dept.
DEAR READER

Andulka
Mike Driver
styofa doing anything
One Nice Bug Per Day
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Monterey Bay Aquarium

shark vs the universe
almost home

ellievsbear

izzy's playlists!

seen from United States

seen from Indonesia
seen from South Korea

seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States
seen from Switzerland

seen from Peru

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from South Korea

seen from United States
seen from Brazil

seen from South Korea

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from South Korea
@kaidaastuti
Lailatul Qadar (?)
Walau bukan dengan sujud yang panjang atau lantunan merdu ayat suci Alquran, semoga malam Lailatul Qadar tetap bisa saya dapatkan dengan jalan membersamai mereka dan memastikan mereka aman serta nyaman setiap malam. Aamiin...
MEMASUKI ADEGAN DEWASA
Tiba-tiba saja sudah 2026. Barusan disadarkan oleh medsos, bahwa ternyata 2016 adalah sepuluh tahun yang lalu. Kesadaran yang membawa angan saya melintas dan mereview tentang perjalanan yang sudah saya lalui selama ini.
Jadi teringat obrolan kemarin lusa dengan seorang teman dekat tentang kegalauan memilih sekolah untuk anak. Mulai dari biaya, kualitas, kurikulum dan program sekolah, hingga antrian indent yang nggak main-main. Duh, siapa sangka teman sekelas yang dulu galaunya tentang mau nongkrong di mana nanti siang sekarang ganti topik menjadi obrolan seserius ini.
Sementara teman yang lain risau tentang kekhawatirannya menjadi lajang di usia kepala tiga lebih sekian ini. Dia bercerita tentang bapak ibuknya yang semakin bertambah tua. Tentang keriput yang mulai tampak di wajah orangtuanya, dan tangan mereka yang mulai lemah dan tak kuat lagi genggamannya. Saat itu saya juga tersentak, membayangkan wajah bapak ibu saya yang juga tak lagi muda.
Menjadi dewasa ternyata "seseru" ini. Ibu-ibu yang menenteng tas belanjaan sembari menggendong bayinya itu sekarang adalah saya. Ibu guru yang berdiri di depan kelas memikul tanggungjawab besar untuk masa depan bangsa ini sekarang adalah saya. Dan ibu-ibu yang rela menjeda sejenak makan demi menceboki anaknya itu sekarang adalah saya.
Menjadi dewasa juga berarti tiba di suatu kesadaran bahwa hidup kadang lebih drama dari drama Korea. Hal-hal yang dulu hanya saya lihat di film ternyata terjadi nyata, bahkan lebih tragis, di sekitar saya. Ketika saya harus menerima kenyataan bahwa salah satu teman dekat saya jaman sekolah dulu menjadi pelakor. Lalu teman yang lain menjadi korban KDRT dan perselingkuhan. Sementara ada juga teman yang sempat depresi karena calon suaminya meninggal. Adapula yang terpaksa menjadi penyanyi dangdut jalanan demi menghidupi anak-anaknya.
Tetapi tak jarang pula yang dulunya Upik Abu sekarang menjadi Cinderella. Yang dulunya biasa saja sekarang menjadi jajaran orang istimewa. Ah, hidup memang sebercanda itu. Hanya saja menyaksikan hal itu terjadi pada orang-orang yang pernah dekat dengan kita memberikan kesan dan pesan yang sangat mengena di hati.
Meresapi dan "membaca" banyak hal tersebut membawa saya ke suatu kesimpulan. Menjadi dewasa itu sepertinya mudah, tapi sulit dijalani. Ada ego yang harus kita lawan. Ada jalan yang harus kita rancang. Ada kekuatan dan iman yang harus kita jadikan pedoman.
Hai diri, jangan tersesat ya. Banyak belajar syukur, banyak belajar sabar, banyak belajar tawakal. Ke depannya jalan masih panjang. Masih banyak doa yang harus dipanjatkan. Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan. Masih ada asa yang harus diperjuangkan. Bismillah semoga Allah sehatkan, mampukan, dan mudahkan. Aamiin..
Jan 20, 2026
TUJUH
Dua puluh tahun dari sekarang bagi saya nanti adalah hari-hari penuh kerinduan. Pada mata kecil yang setengah terpejam dan mulut mungil yang bau susu kekenyangan. Pada dua tangan yang selalu berebut minta digandeng. Pada dua tubuh yang 'ngusel' Ibuk dari sisi kiri dan kanan. Bau kecut segar menyenangkan. Serta pipi lucu yang selalu menggemaskan untuk di uwel-uwel.
Ah pada saat itu saya pasti akan sangat rindu mendengar seruan "Ibuk" seribu kali sehari. Saat itu rumah akan sepi. Tidak ada mainan berserakan dan panggilan lantang saya tiap mereka bertengkar. Tidak ada lipatan baju berhamburan dari lemari dan tempat cucian. Tidak ada celotehan ribut dari halaman depan.
Lalu saya akan termangu mengingat hari ini. Sedikit tangis saya lap dari sudut mata. Kangen mereka. Kangen dua sosok kecil yang bebas saya peluk dan saya ciumi.
Hari ini saya mungkin lelah. Hari ini mungkin saya jenuh. Tapi lihat, betapa cepat mereka tumbuh. Sebentar lagi bagi mereka saya bukan lagi semesta.
Tetap sehat ya anak-anak tersayangku. Tak henti Ibuk bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan membersamai kalian. Semoga Ibuk dan Bapak tetap bisa mendampingi kalian besok dan seterusnya, hingga kali dewasa nanti. Aamiin ya rabbal alamin...
#August 24, 2025
Setiap orang punya badainya masing-masing. Suatu keadaan ketika bahkan dalam tidurnya sekalipun dia tetap ingat untuk cemas. Ketika benar-benar merasa rapuh, kecil, lemah, dan tak ada yang bisa dilakukan kecuali pasrah dan berserah pada keadaan.
Saya pernah berada dalam posisi tersebut. Ketika setiap malam akan memejamkan mata saya lalui dengan takut dan bangun paginya dengan rasa cemas akan apa yang akan terjadi hari ini. Ketika setiap hari yang berhasil saya lalui benar-benar saya beri tanda centang, dan setiap detik menuju hari yang saya tunggu begitu penuh dengan harap dan cemas yang bercampur jadi satu.
Terimakasih untuk Mas Suami yang setia mendampingi, untuk Gaharu yang jadi anak baik selalu, untuk Farras yang berjuang kuat untuk bisa lahir dan bertemu Ibuk. Terimakasih untuk semua cinta yang menguatkan saya. Dan terimakasih Allah untuk kesempatan mencintai sekali lagi.
#Lagu ini seperti memoar yang mengingatkan saya tentang masa-masa bedrest dan hamil Farras yang sangat penuh perjuangan. Suatu dini hari dengan hening yang menyayat hati, tapi gaduh yang tak kunjung berhenti dalam sanubari.
August 1, 2025
Anak-anak Ibuk itu semuanya pengertian.
Masing-masing dari mereka punya cara tersendiri dalam mendukung ibunya.
Gaharu si anak baik. Sedari masih dalam kandungan tidak pernah rewel. Nggak ada drama morning sick, nyidam, boyoken, dll. Dari usia kandungan 1 bulan sudah dibawa pontang panting ke sana ke mari ikut tes CPNS. Tiap hari boncengan lewat jalan rusak ke tempat kerja. Hamil tua naik turun tangga mengurus pemberkasan. Usia 3 bulan ikut Ibuk Diklatsar di Semarang.
Baiknya si Gaharu, tau ibuknya masih numpang di rumah mertua, tiap habis magrib sudah tidur. Dan dia tipe bayi manja yang boboknya harus ditemani sembari nenen. Jadi dengan tingkahnya yang demikian justru bisa kasih kesempatan ibunya untuk istirahat tanpa harus merasa sungkan pada mertua. 😅
Farras si anak kuat. Lain kakak lain si adek. Jaman hamilnya dia penuh drama. Dari hoek-hoek sampai nggak doyan makan saat awal hamil, hingga pendarahan lantas harus bedrest dan jaga aktivitas sampai dia lahir.
Farras tau ibuknya sibuk melulu. Jadi dia ditakdirkan begitu agar ibuknya bisa istirahat dulu. Farras berjuang hebat di dalam sana biar bisa ketemu Ibuk ya nak. Kontrol rutin, minum obat penguat sepanjang waktu. Sampai drama terlilit tali pusat ketika lahir. Farras adalah bukti nyata kekuasaan Allah Yang Maha Luar Biasa.
Lalu kini Farras tau, Ibuk repotnya luar biasa. Maka dia jadi bayi mandiri yang bisa menyusu dan bobok sendiri tanpa ditemani seperti Mas Gaharu dahulu.
Hai kalian berdua, terimakasih ya sudah memilih lahir dari rahim Ibuk. Terimakasih sudah menjadi duo jagoan yang selalu menatap Ibuk penuh cinta. Baik- baik kalian, tumbuhlah jadi anak Sholeh, tumbuhlah jadi anak-anak yang mempunyai pemahaman yang baik. Jadi anak yang selalu diberikan keberkahan dalam urusan dunia akhirat.
Sayang kalian banyak-banyak. Semoga Allah selalu jaga dalam perlindungan terbaikNya. Aamiin... 😘🥰
Des 26, 2024
*selamat hari ibu diriku, terimakasih untuk kesempatan bisa dipanggil sebagai "Ibu" 😊
BAPER #2
"Buk, harusnya aku nggak usah punya adik aja ya, buk?" rajuk Si Sulung tadi malam.
Tadi malam bapaknya anak-anak ada acara pertemuan RT. Sebenarnya sudah biasa sih malam-malam kami bertiga ditinggal sendirian. Apalagi adek biasanya habis isya sudah bobok nyenyak. Nah kebetulan tiga hari ini si adek sedang bapil, jadi tidurnya pun berantakan.
Drama dimulai ketika saya sedang mainan dengan si kakak. Adek tiba-tiba terbangun dan seperti biasa langsung mode garang nangis teriak-teriak minta nenen. Biasanya jika demikian Kakak langsung saya gandeng, terus saya minta bobok di samping saya dan adek, nanti ketika adek selesai nenen dan tertidur, Kakak juga sudah tidur di sebelah saya.
Sayangnya Adek tidak langsung tertidur, selesai nenen karena hidungnya mampet dia ngereog, nangis tambah keras, batuk-batuk dan berujung gumoh satu sprei kotor semua. Dengan terpaksa saya minta Kakak yang baru mulai merem geser tempat. Terbangun deh dia. Duh kasian sebenarnya melihat mukanya kaget macam nggak rela. Bayangkan baru enak-enak mulai tidur harus terbangun karena "gangguan" adeknya. Belum lagi karena posisi adek sedang rewel saya harus menggendong adek dan mengabaikan si Kakak sebentar.
Si Kakak ini sebenarnya tipe-tipe manja yang nggak bisa jauh-jauh dari saya. Jadi saya sangat mengapresiasi melihat kesabaran dan pengertiannya untuk banyak mengalah sejak punya adek. Nah tadi malam ini mungkin puncaknya. Dia yang juga lelah keburu ingin istirahat, harus terganggu dengan tangisan adeknya. Maka saya nggak marah ketika dia tiba-tiba berkata demikian. Malah rontok hati si Emak, langsung evaluasi diri jangan-jangan selama ini saya kurang adil terhadap dia dan adiknya.
Maaf ya Gaharu, jika akhir-akhir ini kamu banyak mengalah. Nak, sampai kapanpun Gaharu berarti bagi ibuk. Sampai kapanpun Ibuk sayang Gaharu selamanya.
Okt 13, 2024
BAPER
Sejak menjadi seorang ibu, saya ini menjadi lebih baperan. Dan sialnya (atau untungnya) hal ini berdampak pada pekerjaan saya sebagai seorang pendidik.
Jadi gini, misal di kelas ada anak yang luar biasa (nakalnya atau lemotnya), saya tiba-tiba tidak bisa segarang singa atau setegas dulu ketika masih single. Tiap kali akan marah-marah akan muncul perasaan, duh ini anak senakal-nakalnya dia tetap adalah kesayangan orangtuanya yang berharga. Gimana perasaan orangtuanya kalau saya bersikap kasar kepadanya.
Apalagi sejak Gaharu sekolah. Jika saya sedikit akan jutek atau abai terhadap siswa yang "agak sulit" diajar, tiba-tiba timbul perasaan tidak rela kalau jangan-jangan Gaharu juga bisa diperlakukan hal yang sama oleh gurunya.
Nah dari hal itu sepertinya mengubah saya menjadi pribadi yang menye-menye, tidak ambisius dan lebih slay dalam menghadapi kelas. Yang penting anak-anak nyaman dengan saya sebagai wali kelasnya. Ya tentunya saya tetap menerapkan nilai-nilai disiplin positif dengan cara yang berbeda dengan dulu.
Karena saya yakin apa yang kita lakukan itu akan dibalas tunai oleh Allah. Jika kita berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali ke kita, dan sebaliknya. Dan kembalinya itu belum tentu langsung kita yang terima dampaknya. Bisa anak kita, keluarga kita, cucu kita kelak nanti. Harapan saya, apa yang saya lakukan hari ini semoga berbuah manis bagi keluarga kecil kami. Bahasa mudahnya ya saat saya berbuat baik kepada murid-murid saya, memperlakukan mereka dengan hati, maka semoga Gaharu pun diperlukan yang sama penuh cinta dari guru-gurunya. Aamiin...
August 15, 2024
Kerandoman ini, setiap pagiku yang sungguh syumuk dan riweh sekali, Alhamdulillah.. Disyukuri dan dihayati. Suatu saat pasti akan rindu. Suatu saat insyaAllah akan diingat dengan senyum setiap momen ini. 😊
Jul 23, 2024
NAK
Nak, terimakasih ya sudah berjuang sejauh ini. Terima kasih karena kamu dengar setiap doa dan pinta Ibuk sedari di dalam sana. Anak kuat, Ibuk tahu yang sudah kamu lalui untuk bertemu kami itu luar biasa. Hei benar bukan, Allah Maha Baik yang mengijinkan kita untuk akhirnya bertemu dan saling menyapa.
Selamat datang di tengah kami, keluarga kecil yang tak sempurna. Keluarga kecil yang punya satu tujuan yang tak kecil: Bertemu dan berkumpul lagi di surgaNya nanti. Aamiin.
Semoga Farras jadi anak yang mampu berpikir cerdas dan hidup dengan segala keberkahan yang diberikan oleh Allah. Semoga Farras dapat meneladani nabinya, dan membawa kami selaku orangtuanya ke surga nanti. Welcome baby...
Jun 30, 2024
Terima kasih...
Dari Gaharu ibuk sudah banyak belajar. Tentang bagaimana cara menyusui yang benar, tentang bagaimana membedong bayi, tentang bagaimana trik cepat bikin sufor, tentang ketenangan saat mengatasi demam.
Terima kasih...
Karena Gaharu sudah mengajari ibuk banyak hal. Maaf ya untuk segala trial dan errornya selama perjalanan denganmu. Saat Gaharu dewasa nanti ibuk akan selalu ingat bahwa pernah ada suatu masa ketika Gaharu menjadi salah satu alasan Ibuk untuk selalu berjuang. Bahwa ada hari-hari panjang yang Ibuk lalui bersama Gaharu.
Selamat merayakan tahun ke 5. Barakallah anak Sholih, sehat-sehat selalu. Ibuk ridho terhadapmu.
Jun, 2024.
SELESAI
Satu hal yang harus dipastikan saat kita memutuskan untuk menikah adalah "selesai". Selesai dengan ego kita sendiri, selesai dengan segala urusan remeh temeh masa lalu, selesai dengan waktu yang sia-sia.
Karena ke depannya dalam perjalanan pernikahan, ada banyak kepentingan yang harus kita dahulukan. Ada banyak keinginan diri yang harus kita tahan demi hal lain yang lebih besar. Jangan sampai telat "nakal" ya. Sama seperti beberapa teman yang mengumbar gejolak kawula mudanya justru saat dia sudah berumah tangga. Saat sudah ada tanggung jawab yang dia emban. Saat sudah ada buah hati yang menatapnya sebagai panutan.
Masa kita hanya memikirkan diri kita sendiri sudah lewat. Jatah kita sekarang menata diri bersama pasangan untuk merancang mimpi yang baru. Hingga suatu ketika kita benar-benar "selesai" dengan segala urusan dunia yang ada, semoga tak ada sesal yang tersisa.
Semoga.
Jan 9, 2024
DOA
Allah, tolong senantiasa sehatkan saya. Tolong selalu kuatkan dan mampukan saya. Tolong beri saya waktu untuk bisa menjaga dan membersamai mereka hingga dewasa nanti. Aamiin...
Ternyata kekhawatiran terbesar setelah menjadi ibu memang segala hal yang bukan tentang diri kita sendiri. Tentang dia, tentang dia, tentang mereka. Selalu begitu..
Des 1, 2023
Kepada pemilik cinta tak bersyarat pertama Ibuk.
Nak, kalau ditanya apa kado terindah yang pernah Ibuk dapat itu adalah kamu. Terima kasih ya telah membuat Ibuk menjadi seorang yang sangat berarti.
Anak baik, terima kasih telah selalu memandang Ibuk sempurna dengan segala kekurangan yang ada. Tak ada pandangan penuh cinta yang setulus kamu. Tak ada pengertian yang paling paham selain dari kamu.
Anak Sholih, terima kasih telah bersedia menemani Ibuk. Esok semoga cerita kita selalu manis dikenang.
Ibuk sayang kamu. Kemarin, bahkan sebelum kemarin. Hari ini. Esok. Lusa. Dan seterusnya. Semoga sampai di kehidupan yang kekal nanti tak pernah lepas ingatan kita untuk saling menyayangi. Selamanya Ibuk sayang Gaharu.
Nov 25, 2023
ISTIRAHAT
Bedrest lagi kita dek. Berdua lagi merenungkan perjalanan yang sedang kita jalani. Menghela nafas lagi berusaha memahami rencana takdirNya Yang Maha Kuasa. Diberi kesempatan lagi untuk meluangkan banyak waktu bersamaNya.
Maaf ya dek jika semua ini terjadi atas ketidakmampuan Ibuk menjagamu. Maaf jika Ibuk terlalu egois.
Terima kasih telah hadir menemani Ibuk sejauh ini. Terima kasih karena Ibuk bisa merasakan sapaan halus dalam perut Ibuk.
Mari bertahan, mari berjuang bersama. Allah Maha Baik dengan segala rencanaNya. Ibuk sayang adek..
Nov 15, 23
Dek, bisa yuk bisa. Sebagaimana dulu Mas Hau nemenin Ibuk berjuang, kali ini kuat-kuat temenin Ibuk berjuang di jalan yang berbeda ya. Bismillah, Allah Maha Kuasa.
Okt 30, 2023
SATU-SATU (YANG BERLALU)
Aku sudah tak marah
Walau masih teringat
Semua yang terjadi kemarin
Jadikan aku yang hari ini
Aku sudah tak benci
Walau nyatanya merugi
Terdengar tidaknya kata maaf
Dada lapang terima semua
Pertama dengar lagu ini biasa saja, hingga suatu hari saya baca ulasannya di salah satu platform berbagi musik dan membaca maknanya. Duh ternyata makjleb.
Tiba-tiba teringat segala "luka" yang terlanjur tersayat dalam diri dan jiwa kita. Luka yang tertinggal dari kejadian-kejadian di masa lalu yang nggak semua berjalan mulus seperti harapan kita.
Lalu saya sadar, setiap sayatan itu sejatinya masih sering terasa perihnya hingga kini. Dan melalui lagu ini saya paham, ada yang belum "selesai" dengan diri saya di masa lalu.
Di salah satu komentar netizen ada saran yang sangat membantu dan coba saya terapkan. Mari berdamai dengan diri kita di masa lalu. Mari maafkan diri kita atas segala hal yang terjadi di saat itu. Mari rangkul diri kita yang sedang tidak baik-baik saja saat itu. Meyakinkan "dia" bahwa ternyata ke depannya dia mampu menghadapi dan semua akan baik-baik saja.
Maka dalam dunia imaji saya putuskan untuk melakukan perjalanan lintas waktu. Mendatangi satu persatu "diri" yang terjatuh saat itu. Dan saya dalam baju putih biru, putih abu-abu, dan kilasan masa lalu muncul satu persatu.
Saya putuskan mendatangi mereka. Menatap hangat tatapan sendu mereka. Membayangkan mengelus rambutnya, dan memeluk dengan pelukan terhangat. Mengirimkan segenap energi positif kepadanya dan berkata "Kamu nggak sendirian. Aku tau yang kamu rasakan. Semua akan baik-baik saja. Percayalah sesakit apapun itu kamu akan bisa bertahan."
Percaya atau tidak setelah melakukan "perjalanan" tersebut rasanya ada suatu perasaan ringan yang menyelimuti segenap jiwa. Ternyata selega ini "menerima" diri kita yang tak sempurna.
Akan ada masa depan
Bagi semua yang bertahan
Duniaku pernah hancur
Rangkai lagi satu satu
(Idgitaf, "Satu-satu")
Ruang Maaf, Oktober 2023
BERANI
Ternyata yang lebih butuh keberanian untuk menyambut hal baru itu Ibuk, bukan Gaharu. Ternyata Ibuk yang butuh kekuatan ekstra untuk melepas Gaharu, meyakinkan diri sendiri bahwa Gaharu akan baik-baik saja dalam penjagaan terbaikNya. Meyakinkan diri bahwa tak selamanya Gaharu akan selalu bersama Ibuk.
Terima kasih ya Nak, untuk selalu menjadi kuat dan hebat. Terima kasih untuk selalu bersabar sekalipun Ibuk tak selalu ada untuk Gaharu. Anak baik, semoga sehat selalu ya, semoga Allah berikan kemudahan dalam setiap langkahmu di dunia dan akhirat kelak.
Sekalipun sebagai "Ibu Paruh Waktu" Ibuk tak bisa selalu mendampingimu, semoga Ibuk akan selalu bisa hadir dalam setiap momen-momen luar biasa dalam hidupmu. In sha Allah, Aamiin..
Barakallah anak Sholeh, Ibuk menyayangimu.. 😘😊
Juli 2023