Another Random Night
Ada sebuah grup chat di Whatsupp yang berisi teman-teman angkatanku di mukim yang lebih akrab disebut Wonderulven. Pada tanggal 24 April 2013, Random night ini bermula dari random chat yang biasa mewarnai group chat whatsupp oleh para pengguna aktif alias itu-itu lagi orangnya, tiba-tiba dikagetkan dengan munculnya no asing yang baru bergabung bernama lelaki, "Faishal Ars***". Sontak aku kaget, karena group chat ini khusus member wonderulven yang pasti isinya perempuan semua. Langsung aku tanya sama Qonita di saat itu juga di tempat chat yang sama, maklum karena dia adminnya, satu-satunya yang punya kuasa untuk inviteke group. Dan ternyata itu Namira. Siapa itu Faishal? Itu ayahnya. Jadi, namira pakai nomor ayahnya buat gabung grup chat di Whatsapp. Ya, tapi kan bisa berabe kalau isi chatnya dibaca babenya, random dan aneh-aneh gitu. Alasannya Qonita sih dipaksa Namira. Apa boleh buat.
Di saat yang sama, aku lagi belajar (nggak serius-serius amat) buat "Database Systems", pelajaran yang hampir aku ngga perhatiin karena sibuk main game facebook. Alhasil kena sunatullah, aku jadi kurang mengerti pelajarannya kecuali pr yang selalu dikasih dosennya. Di kala belajar menemui titik jenuh, aku suka iseng-iseng mengecek recent update di BBM. Tepat jam 23.00, aku ngeliat display picture seniorku perempuan dulu pas jaman SMP, sebut saja Cinta, isinya foto pacarnya yang kabarnya baru jadian sama dia. Disitu kok (lumayan) cute sih, aku heran karena aku sempat pernah lihat fotonya di instagram tapi biasa aja menurutku. Karena aku orangnya suka penasaran (tapi entah tidak berlaku dalam belajar) jadilah aku kepo-in pacarnya Cinta di instagramnya Cinta, yang seingat aku ada mention buat pacarnya, entah itu username instagram atau twitter-nya. Akhirnya username-nya ditemukan yaitu @ranggaaa (nama disamarkan, nggak mungkin dong aku sebut yang sebenarnya, bisa digorok sama pacarnya kalau ketahuan).
Tanpa basa-basi, aku langsung ke twitter buat cari @ranggaaa. Tanpa sadar, yang seharusnya nyari @ranggaaa di "search for topic or name", aku malah ngetik di "compose tweet" dan enter. Dan baru sadar pas ngeliat status yang berisi mention @ranggaaa di timeline. Seketika aku panik kebakaran jenggot dan langsung delete statusnya. Ngga kebayang kalau sampai mention dari aku kebaca Rangga, apalagi sama Cinta, entar dikira genit dan mau ngerayu pacarnya. Aku cuma bisa berharap jangan sampai kebaca.
Setelah itu, aku langsung iseng post foto Rangga yang ada di BBM dan minta pendapat teman-teman dan hanya Qonita, satu-satunya yang ngerespon, mungkin karena udah tengah malam dan yang lain udah pada tidur. Aku pun cerita tentang Rangga, kalau Rangga pacarnya Cinta, dan insiden yang menimpa di twitter. Qonita tertawa dan ternyata malah sama keponya sepertiku, dan jadilah Partner-In-Stalking. Qonita pun kepo-in lewat Facebook dan Twitter setelah kuberi tahu username nya. Dari situlah, group chat whatsapp ramai olehku dan Qonita, sibuk diskusi tentang Rangga ini-itu. Udah tahu grup chat, tapi aku dan Qonita malah seenak jidat chatting berdua lewat situ, seperti serasa dunia milik berdua. Alhasil, nomor Faishal Ars*** alias Namira menegur. Kita berdua kira itu Namira, ternyata bukan, dari gaya bicaranya. Kita berdua sontak kaget, takut-takut itu ternyata malah bapaknya Namira, marah gara-gara aku dan Qonita berisik dan penuh-penuhin notifikasi. Kita berdua pun disuruh tidur. Tapi kita berdua sempat nanya dia siapa. Dia mengaku bukan siapa-siapa, membuat kita berdua berasa horror dan thrilling gimana gitu. Seketika group chat hening karena aku dan Qonita akhirnya pindah ke personal chat. Masih menerka-nerka siapa yang menegur tadi. Aku masih aja sempat-sempatnya nyalahin Qonita, kenapa dia mau aja masukkan nomor bapaknya Namira sebelumnya, yang berujung jadi seram begini.
Kita berdua akui malam ini benar-benar random memang, dari di-invite-nya nomor laki-laki yang ngga dikenal alias bapakknya Namira, stalking pacar orang, nge-gosipp-in, sampai ditegur di group chat sama anonymously pakai nomor babenya Namira di saat aku lagi sibuk-sibuknya belajar buat mid exams sementara Qonita sibuk sama tugasnya. Tapi itu semua belum berakhir, kita berdua masih sempat-sempatnya lagi perang lewat twitter, sudah biasa bagi kita berdua. Konyol memang. Setelah itu, kembali ke kesibukan masing-masing. Dia sibuk tidur, dan aku sibuk bergadang mati-matian buat Database System yang cuma kubaca seadanya (syukur-syukur bisa masuk ke otak). Dan keesokkannya, terungkap siapa yang menegur tadi malam. Ternyata kakaknya Namira, katanya.










