Emak-emak Penjaga Mukenah
Jamaah sedang bersiap, aku juga mulai memakai mukenah kemudian datang Emak-emak bertanya
"Ini mukenah masjid yah?"
Aku mengangguk takzim "Iya bu"
"Kalau udah make, langsung dirapikan lagi, ndak bagus kalau berantakan" katanya.
Aku risih dong, lha orang aku selalu merapikan punyaku setiap abis pakai tapi kadang juga asal gulung aja sih kalau keburu, pikirannya nanti juga bakal dipakai orang lain lagi atau nanti juga ada pengurus masjid yang dibayar untuk ini.
-
Kali berikutnya, abis Magriban tapi mau sekalian nunggu isya, nyenderan di dinding dengan set seperangkat alat sholat masih di badan sambil megang hp, ibu yang sama memanggil lagi.
"Dek, kalau mau main-main hp, mukenahnya di buka dulu". Asli, nggak senyum lagi, langsung take action buka set mukenah, menyimpan, plus merapikan semua mukenah yang ada.
Setelah kejadian itu, tak pernah sekalipun lagi asal melipat mukenah meski buru-buru, poin plusnya lagi setiap melihat mukenah yang tak rapi auto dirapikan, sugesti of emak-emak memang luar biasa membentuk.
Dan hal ini harusnya terbentuk dalam hal apapun yang kita nikmati di ruang publik, seharusnya rasa berterimaksih atas kemudahan yang kita dapatkan ditunjukkan dengan merawat bukannya merusak apalagi merepotkan yang lain. Mulailah teratur, mengatur diri sendiri sebelum diatur orang lain apalagi hendak mengatur orang lain karena menikmati hak kita tidak benar jika mengusik hak orang lain.









