apa yang tersebit di kepalamu saat pertama kali mendengar Gelora Bung Karno diucapkan atau melihat ke sana langsung?
sepak bola, kah? tentu saja!
atau Pilpres, kah? karena saat ini sedang mendekati pemilu raya.
atau sarana tempat olahraga?
tapi, tidak demikian bagiku.
aku memiliki pengalaman dan kesan yang luar biasa soal ini.
di tahun 2015, bulan Maret, tepatnya tanggal 25, untuk pertama kalinya aku mengunjungi tempat itu.
bukan untuk menyaksikan Timnas, apalagi ikut-ikutan acara Pilpres.
melainkan untuk mengambil kesempatanku menyaksikan Boy Band asal Amerika yang pertama kalinya konser di Indonesia.
bahagiaku setengah mati saat tahu bisa berkesempatan.
sebelumnya aku memang suka dan lumayan fanatik sama One Direction, karena, saat itu, namanya melesat tinggi dan masuk di kalangan remaja. saat itu aku berusia 16 tahun.
hari itu, aku berhasil menginjakkan kaki di Gelora Bung Karno.
dengan hati yang berdebar dan langkah yang gemetar.
suara musik terdengar kencang dan jelas dari gerbang itu.
membuat aku semakin menggebu-gebu ingin segera masuk dan lihat panggung megah.
sekitar 2 setengah jam aku menghabiskan waktu di sana.
melihat 4 personel bernyanyi dan berhasil menghibur ribuan penonton Directioners.
pada satu momen, aku dibuat sedih karena ketiadaan 1 personel, Zayn Malik, yang ngga ikut serta tampil di atas panggung.
dan satu momen lagi, aku bersama yang lainnya berhasil dibuat menangis, saat mereka menyanyikan Night Changes.
lagu yang mungkin pada saat itu menjadi anthem-nya semua orang.
hingga hari ini, bagiku, tempat itu memiliki euforia khusus.
entah saat aku kembali mengunjunginya atau pun saat aku mendengarkan playlist yang di nyanyikan Harry, Niall, Liam, dan Louis di panggung GBK.
terkadang aku terbawa euforia yang bisa sampai meneteskan genangan air.
merindukan masa-masa itu.
merindukan mereka bernyanyi bersama.
merindukan aku yang kecil yang berhasil meraih impiannya.
semoga euforia ini akan selalu melekat di dalam diriku sampai kapanpun.
aku suka merasakannya.












