@lakoat.kujawas, di desa Taiftob, Mollo, Timor Tengah Selatan. Kami membangunnya setahun lalu sebagai sebuah kewirausahaan sosial integrasi antara perpustakaan, ruang produksi produk oleholeh khas Mollo berkolaborasi dgn kelompok petani dan penenun, homestay yg dikelola warga, ruang diskusi, pemutaran film dan workshop seni dan literasi. Setahun berjalan, kami sudah produksi kopi Mollo, madu hutan Mollo, sambal lu'at, selai, tenun dan alkosu, yg kami jual di @lkjws.co. Sudah bekerjasama dgn warga, teman-teman seniman, peneliti, dosen, mahasiswa, aktivis dll. Dan menyelenggarakan belasan workshop di bidang kesenian dan literasi (teater, tari, menulis kreatif, sains, musik, dll) termasuk bikin 2 festival kesenian warga, #MnahatFeu dan #elafdame. Dan Agustus nanti akan ada festival #paukolo (bit.ly/paukolo). Bahwa dr pedalaman Timor, bermimpi besar bukan sonde mungkin terjadi. Sebab ini soal sudut pandang, mau melihat rumah kita, kampung kita sendiri dr sudut yg mana.









