Baju Bola Pilihan Ayah
Hari itu, hari yang luar biasa menyenangkan bagi seorang Alfath kecil. Dia diajak orangtuanya berbelanja pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di Tangerang. Suatu ketika, pandangan Alfath kecil terpaku pada sebuah pemandangan; jersey kecil yang digantung di sana-sini. Terjadilah percakapan berikut...
Alfath: "Abi, aku mau dong baju bolanya."
Abi: "Iya, bang. Boleh kok."
(Alfath lalu mencari-cari jersey yang digantung dan mengacak-acak jersey di tumpukan jersey yang lain)
Abi: "Bang, kamu udah milih mau kaos yang mana?"
Alfath: "Udah, Bi. Nih. Lihat deh, kausnya David Beckham. Kan dia keren, Bi. Mau ya?"
Abi: "Jangan lah. Serem amat kamu, masa pilihannya MU, julukannya aja "Setan Merah". Apa ga ngeri tuh?"
Alfath: "Yah, Bi. Terus yang mana lagi dong?"
(Lalu Abi mencari jersey lagi di tumpukan yang tadi diacak-acak Alfath)
Abi: (sambil menyodorkan jersey pilihannya pada Alfath) "Nih bang, kaus merah juga. Tapi ini kaus Liverpool. The Reds. Lihat namanya, Michael Owen. Nggak kalah terkenal sama David Beckham, bang, dia striker hebat lagi."
Alfath: (mengangguk karena baru tahu) "Oh gitu ya, Bi? Ya udah deh, aku mau itu aja, ga mau yang serem-serem ah."
Lalu akhirnya Alfath mengambil jersey Liverpool dengan nama punggung Owen bernomor 10 itu dan membelinya. Dan itulah awal mula Alfath kecil menjadi seorang fan Liverpool... Sampai sekarang.
Nggak mau yang serem-serem, ah. Udah merah, setan lagi.













