Jatuh Juga
Yaaakkk... sepandai - pandainya tupai melompat, pastilah terjatuh juga. Se-setrong apapun ibu, akhirnya tepar jua.
Mungkin karena akumulasi lelah dan habisnya amunisi daya, jadilah saya lemah tak berdaya. Bekas jahitan operasi yang beberapa waktu terakhir sempat merembeskan darah tiba-tiba terasa begitu nyeri. Sakitnya betul-betul subhanallah... hanya Tuhan yang tahu, saya tak bisa mendeskripsikan rasanya dengan kalimat yang pantas.
Yang pasti rasa sakit itu membuat saya tergolek seharian di atas kasur... jangankan berdiri, duduk saja membuat nyeri. Satu-satunya cara supaya saya tak merasakan sakit yang luar biasa itu adalah memejamkan mata. Tidur.
Dan memang itu yang saya lakukan... sesekali membuka mata hanya untuk memberi si adek ASI. Karena sakit ini pula aksitivitas menyusui menjadi kurang optimal. Adek kurang puas karena ia tak bisa nenen dengan banyak gaya seperti yang dilakukan setiap hari. Tangisnya langsung pecah jika posisi yang dia inginkan tak dituruti... saya, tak bisa berdiri. Hanya mampu memberi ASI sembari berbaring...itupun sambil menahan nyeri karena posisi miring membuat tubuh harus menekan area perut.
Lebih menyakitkan lagi, abang harus bermain sendiri (lagi).
Untunglah, suami mau mengerti... dia melepas hari yang seharusnya dihabiskan untuk bekerja, menggantinya dengan diam di rumah. Menemani anak-anak kami yang masih bayi.
Yaaa...namanya juga lelaki, tak melulu bisa diandalkan soal mengurus rumah. Suami sudah lumayan bisa merapikan mainan Habibi yang kocar kacir di sana sini... tapi, mempercayakan kerapihan rumah 100% padanya seperti sebuah mimpi.
Itu pulalah yang menjadi salah satu kekuatan saya untuk berdiri dari kasur.... bagaimana bisa saya tenang dengan kondisi rumah yang tak bersih? Baru juga sehari tak disapu dan dipel, koloni semut sudah giat menjajah. Wadah magic com pun belum dicuci... alhasil tak ada nasi yang bisa dimakan. Lagi-lagi hanya bisa mengandalkan air mineral sebagai bahan baku ASI adek (maaf, ya Nak).
Sakit bekas jahitan ini entah kenapa sering kali membuat nyeri...
Semoga saja kondisi saya betul-betul segera pulih.
Supaya bisa kembali melompat kesana-kesini...













